Home Hukum dan Kriminal BPPT Bantah Lakukan Pungli dan Pemerasan

BPPT Bantah Lakukan Pungli dan Pemerasan

Ilustrasi

Ilustrasi

Semarang, 20/4 (BeritaJateng.net) – Terkait dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum Pemkot, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) bantah adanya pegawai yang melakukan pemerasan pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB) maupun izin HO (Hinder Ordonantie) atau izin gangguan.

Berawal dari laporan seorang pemborong pembangunan ruko, Daniel Andi Nugroho (35), warga Plamongan Indah Pedurungan, Semarang ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polretabes Semarang dengan melaporkan dua oknum yakni NK dan LS.

Dari laporan tersebut, Kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) melakukan penelusuran kepada anak buahnya yang di duga melakukan pungutan liar (Pungli) tersebut.

Kepala BPPT Kota Semarang, Sri Martini mengatakan, jika oknum yang dilaporkan merupakan pegawai Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP) yang ditugaskan di BPPT sebagai tim teknis. Keduanya memiliki tugas berbeda-beda, Pegawai NK memiliki tugas mengetik, sedangkan LS adalah tim teknik IMB dan HO.

“Memang yang Daniel Andi Nugroho mengurus izin HO, tapi masih ada kendala (bangunannya melanggar, Red) sehingga belum bisa turun izinnya. HO baru bisa dikeluarkan kalau pemohon izin menandatangani. Surat sanggup bongkar,” paparnya saat di hubungi via phone.

Menurutnya, selama ini permohonan izin HO dari pelapor belum masuk di BPPT, karena masih ada cek lapangan. Dari pengecekan lapangan di ketahui ada pelanggaran bangunan yang tidak sesuai rencana pembangunan kota. (BJ05)