Home Lintas Jateng BPK2L Bakal Ambil Alih Bangunan Cagar Budaya yang Mangkrak Dua Tahun

BPK2L Bakal Ambil Alih Bangunan Cagar Budaya yang Mangkrak Dua Tahun

Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama dan Badan Pelestatian Cagar Budaya meninjau struktur jalan batu bata kuno di Kawasan Kota Lama
        SEMARANG, 12/2 (BeritaJateng.net) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini sedang melakukan pembangunan kawasan Kota Lama Semarang. Pembangunan tersebut diharapkan memotivasi pemilik gedung-gedung yang masuk kategori cagar budaya di Kota Lama untuk melakukan konservasi.
         Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L), Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, terdapat 116 bangunan yang masuk kategori cagar budaya di Kota Lama. Dari jumlah itu, hanya 1 bangunan yang dikelola Pemkot Semarang yaitu gedung Oudetrap.
         “Punya Pemkot hanya 1 yaitu Oudetrap. Lainnya milik instansi ada sekitar 50 persen di antaranya PPI, Bank Mandiri, Telkom dan Pelni. Sedang yang milik perorangan sekitar 30 persen,” kata Ita, sapaannya, Senin (12/2/2018).
          Dari seluruh bangunan cagar budaya, kata Ita, yang perlu perhatian khusus adalah bangunan yang merupakan milik perorangan di jalan Letjend Suprapto ke arah selatan. Hal itu karena banyak bangunan yang terlantar tidak terurus.
         Mengenai hal itu, Ita berencana mengajukan mengajukan Peraturan Daerah (Perda) mengenai pengelolaan bangunan cagar budaya yang tidak terawat. Di dalamnya nanti akan diatur jika dalam dua tahun tidak dikelola, maka akan diambil alih Pemkot Semarang.
       “Harusnya memang dua tahun tidak dikelola maka bisa diambil alih Pemkot. Itu tidak hanya berlaku bagi bangunan di Kota Lama saja, tapi bangunan cagar budaya lain juga di luar Kota Lama. Karena di Semarang ini banyak juga bangunan cagar budayanya,” ungkapnya.
          Lalu bagaimana dengan bangunan cagar budaya yang mayoritas milik instansi? Ita mengungkapkan, pihaknya sudah mensosialisasikan kepada pengelola dan pemilik bangunan agar melakukan konservasi. Jika ada kesulitan karena konservasi bangunan tidak bisa dilakukan sembarangan, BPK2L siap melakukan pendampingan.
           “Mereka yang instansi itu mendukung. Bahkan mereka yang meminta pendampingan dari BPK2L. Hanya saja, kendalanya itu di anggaran. Karena instansi itu kan tidak bisa saat ini juga mengeluarkan anggaran untuk konservasi itu,” jelasnya.
         Lebih lanjut Ita mengatakan, BPK2L sudah mulai melakukan supervisi dan secara bertahap beberapa bangunan atau gedung cagar budaya telah dikonservasi. Baik dilakukan secara mandiri maupun oleh investor.
         “Kami berharap, ke depannya semakin banyak bangunan cagar budaya yang dikonservasi atau direstorasi. Sehingga wajah Kota Lama akan semakin indah,” harapnya. (El)