Home Hukum dan Kriminal BPJS Kesehatan Ancam Putus Kontrak Rumah Sakit Swasta

BPJS Kesehatan Ancam Putus Kontrak Rumah Sakit Swasta

bpjs

Semarang, 21/4 (BeritaJateng.net) – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengancam akan memutus kontrak perjanjian kerjasama jika ditemukan rumah sakit ‘nakal’ yang kerap melakukan praktik biaya tambahan (searing cosh) kepada pasien BPJS.

Hampir sebagian besar pembiayaan rumah sakit swasta dicover oleh BPJS yang mencapai 75 persen, sisanya rumah sakit pemerintah sebesar 25 persen.

Kepala BPJS Kesehatan Departemen MPK Divre VI Jateng-Diy, dr Veronica Margo Susilawati mengungkapkan pihaknya masih banyak menemukan rumah sakit swasta yang menarik biaya tambahan.

Menurutnya hal tersebut  telah melanggar perjanjian kerjasama (PKS) dalam penyelenggaraan jaminan sosial kesehatan.

“Sanksi pertama biasanya berupa pembinaan, teguran selama tiga kali, bila terus berulang dan tidak memperbaiki kinerja rumah sakitnya dan berulang kali ditemukan pelanggaran yang tidak sesuai kontrak perjanjian, maka rumah sakit swasta akan diputus secara sepihak,” ungkapnya.

Veronica menegaskan, jika proses audit ditemukan pelanggaran tidak sesuai perjanjian awal, maka akan dikenai sanksi pemutusan kerjasama penyelenggaraan pembiyaan klaim jaminan sosial kesehatan. Selain itu, lanjutnya, pemerintah akan memberikan pembinaan terhadap rumah sakit.

“Rumah sakit yang sudah pernah mendapat tiga kali teguran dan tidak sesuai perjanjian awal di Jateng adalah Rumah Sakit Mardi Rahayu di Kudus dan  Rumah Sakit Jogja International Hospital (JIH) Yogyakarta, tapi rumah sakit tersebut kini mulai ingin bekerja sama kembali dengan syarat harus merubah sikap dan keluhan yang merugikan pasien,” paparnya. (Bj05)