Home News Update BPCB Jateng Ajak 100 Guru Sejarah Pahami Pentingnya Cagar Budaya

BPCB Jateng Ajak 100 Guru Sejarah Pahami Pentingnya Cagar Budaya

BPCB Jateng ajak 100 Guru sejarah di kota Semarang lestarikan cagar budaya
BPCB Jateng ajak 100 Guru sejarah di kota Semarang lestarikan cagar budaya
BPCB Jateng ajak 100 Guru sejarah di kota Semarang lestarikan cagar budaya

Semarang, 30/4 (BeritaJateng.net) – Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah ajak 100 guru sejarah memahami arti pentingnya cagar budaya dari sudut ilmiah bukan hanya mitos dan sejarah saja. Hal ini di sampaikan Sri Ediningsih, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Jateng di sela-sela Sosialisasi Cagar Budaya Untuk Tenaga Pendidik MGMP dan Instansi Pemerintah Kota Semarang, Kamis (30/4).

“Sesuai misi BPCB, kami hadirkan satu nara sumber dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada, Niken Wirasanti yang menyoroti arti cagar budaya dari sudut ilmiah,” ungkapnya.

Menurut Sri, dengan perantara pendidik, pelestarian cagar budaya dapat dengan mudah dilakukan. Karena pendidik akan mengajarkan dan menyebarluaskan ilmu yang dimiliki, sehingga kami menggandeng 100 lebih guru di kota Semarang untuk menanamkan pemahaman pentingnya cagar budaya.

“Pemaknaan cagar budaya, jangan dilihat dari mitos dan sejarahnya saja, namun juga dilihat dari sisi ilmiah,” katanya.

Ia mencontohkan cara memaknai adanya Candi Cetho dan Candi Sukuh yang berada di lereng Gunung Lawu. Menurutnya, masyarakat jangan hanya melihat cagar budaya tersebut dari sisi negative, seperti mitos yang beredar di masyarakat bahwa candi itu tempat keramat atau mistis serta jadi tempat mesum beberapa oknum.

“Itu salah kalau masyarakat menganggap seperti itu, justru candi itu menyimpan sejarah yang luar biasa dan secara ilmiah batuan yang membentuk candi juga merupakan batuan tua, ini kan juga bisa di sampaikan oleh guru sejarah sebagai perantara di bidang pendidikan,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, guru-guru yang hadir mampu memahami arti cagar budaya yang sebenarnya, serta mampu mengajarkan pentingnya melestarikan bangunan bersejarah kepada siswa-siswanya nanti. (Bj06)