Home Headline BPBD Semarang: Bantuan Dana Stimulus Rumah Rusak Akibat Bencana Belum Cair

BPBD Semarang: Bantuan Dana Stimulus Rumah Rusak Akibat Bencana Belum Cair

SEMARANG, 1/3 (BeritaJateng.net) – Bantuan berupa dana stimulus untuk warga terdampak bencana yang rumahnya mengalami kerusakan ringan hingga berat, akibat tanah longsor, angin puting beliung, dan banjir sampai saat ini belum bisa diberikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang. Hal ini lantaran, pihaknya masih terkendala dengan aturan yang baru, yakni Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD).

Sekretaris BPBD Kota Semarang, Winarsono mengatakan, sehingga bantuan yang bisa diberikan untuk warga terdampak bencana saat ini, terutama yang rumahnya rusak akibat bencana baru berupa bantuan logistik. Seperti sembako, terpal untuk penutup tebing yang longsor maupun nasi bungkus dengan membuka dapur umum.

“Iya, belum ada bantuan dana stimulus untuk warga terdampak bencana seperti puting beliung, tanah longsor dan banjir yang terjadi di sebagian besar wilayah Kota Semarang. Karena, kami masih terkendala untuk tahun 2021, berkaitan regulasi yang baru SIPD, bansos yang sebelumnya disendirikan itu, sekarang ini tidak masuk,” jelasnya, Senin (1/3/2021).

Padahal, pihaknya, setiap kali ada bencana, dan menyebabkan rumah rusak maupun kerugian lainnya, sudah didata.

“Kita sudah membuat nota dinas, namun setelah diajukan ke dinas pengelolaan keuangan dan aset daerah (DPKAD) anggarannya tidak ada. Sehingga kita berhenti di DPKAD, padahal bencana jalan terus,” katanya.

Menurutnya, sebelumnya, tahun 2020, jika terjadi bencana lalu mengakibatkan rumah roboh atau rusak, pihaknya bisa mengajukan anggaran perbaikan rumah.

“Memang saat ini ada anggaran untuk bencana tidak terduga (BTT), namun anggaran tersebut digunakan untuk penanganan Pandemi Covid-19. Dan pengajuan BTT harus ada status tanggap darurat. Sedangkan bansos khusus, juga belum diberikan ke warga yang rumahnya rusak akibat adanya bencana,” terangnya.

Dari data BPBD Kota Semarang, beberapa titik bencana  tanah longsor yang terjadi pada Minggu, (28/2/2021),  di Perumahan Bukit Manyaran Permai.

Longsoran menyebabkan 8 rumah warga roboh, karena tanah bergerak. Begitu juga, di daerah Sadeng, Gunungpati juga terjadi longsoran.

Semantara itu, Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Joko Santoso mengatakan, kondisi wilayah di Semarang, di daerah bawah mengalami penurunan muka tanah. Dan sebaliknya di daerah Atas, sering terjadi bencana tanah longsor, karena tanah gerak atau labil.

“Untuk itu, harus ada evaluasi dan pemetaan daerah rawan bencana. Misalnya, yang baru terjadi tanah longsor seperti di Perum Bukit Manyaran Permai dan Sadeng Gunungpati. Yang menyebabkan sejumlah rumah warga roboh, karena tertimpa longsoran, sehingga kedepannya bisa menetapkan zonasi untuk tata ruang wilayah mana saha yang bisa untuk dijadikan perumahan atau permukiman dan mana yang tidak boleh dijadikan tempat tinggal penduduk,” pungkasnya.  (El)