Home Lintas Jateng BPBD Sarankan Relokasi Warga yang Terdampak Tanah Merekah

BPBD Sarankan Relokasi Warga yang Terdampak Tanah Merekah

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Bantul, 23/1 (Beritajateng.net) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyarankan relokasi terhadap beberapa rumah di wilayah pedukuhan Giriloyo, Desa Wukirsari yang terdampak tanah merekah.

“Sudah tidak memungkinkan lagi sebagai pemukiman, sehingga solusinya harus direlokasi agar tidak menjadi korban,” kata Kepala BPBD Bantul, usai meninjau lokasi rekahan tanah di Giriloyo, Bantul, Jumat.

Menurut dia, kejadian tanah merekah di wilayah perbukitan tepatnya di wilayah Rukun Tetangga (RT) 06 dan RT 05 Giriloyo membuat warga sekitar harus waspada, mengingat musim hujan yang menjadi salah satu faktor masih dimungkinkan terjadi.

Apalagi, kata dia sudah ada satu rumah yang terdampak langsung sehingga harus dievakuasi karena fenomena tersebut mengakibatkan tanah ambles tepat di halaman depan rumah tersebut, bahkan gerakan tanah merusak struktur jalan kampung setempat.

Oleh sebab itu, lanjut dia relokasi beberapa rumah yang tidak jauh dari lokasi rekahan perlu diupayakan antisipasi rekahan tanah makin melebar, lahan relokasi tersebut bisa dikoordinasikan dengan pemerintah desa setempat untuk gunakan tanah kas desa.

“Kami juga sudah meminta masih-masing ketua RT untuk mendata kepala keluarga (KK) yang mungkin terkena dampak, karena nanti akan dibuat satu pemukiman baru. Untuk biaya relokasi bisa dari kami (BPBD),” tuturnya.

Ia juga mengatakan, setiap satu unit rumah nantinya akan mendapat bantuan biaya sebesar Rp15 juta untuk proses relokasi.

Sementara itu, Ketua RT 06 Pedukuhan Giriloyo, Desa Wukirsari, Basuki mengatakan, rekahan tanah tersebut berada di salah satu ruas jalan kampung yang sekaligus batas wilayah antara RT 05 dan RT 06 yang masih satu pedukuhan.

Menurut dia, setidaknya ada empat rumah yang terkena dampak dari merekahnya tanah tersebut, bahkan satu rumah di antaranya harus dibongkar antisipasi bahaya, sedangkan di bawah tanah rekahan ada empat rumah yang terancam terkena longsoran jika fenomena itu melebar.

“Kami selalu was-was kalau hujan deras, khawatirnya kalau batunya ambrol dan menima rumah di bawahnya, sehingga kami berharap Pemkab Bantul segera menanganinya,” ujarnya, berharap.(ant/bj02)