Home Lintas Jateng Booming Batu Akik Dongkrak Pendapatan Perajin

Booming Batu Akik Dongkrak Pendapatan Perajin

image

WONOGIRI, 18/6 (Beritajateng.net)-Booming batu akik yang terjadi beberapa bulan terakhir memiliki efek positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat terutama perajin. Hal tersebut dirasakan oleh para perajin yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Kerajinan Batu Mulia Permata Sari Giriwoyo Wonogiri. Pendapatan kelompok inipun mengalami peningkatan yang drastis.

Ketua Kelompok Usaha Bersama Permata Sari, Walyono mengemukakan, pendapatan kelompoknya setelah booming batu akik mengalami kenaikan sebesar 100 persen dibanding sebelumnya. “Pendapatan kelompok kami rata rata sebesar Rp. 30 juta setiap bulan. Sebelumnya kami mendapat sekitar Rp. 15 jutaan,” ungkapnya saat ditanya Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng Yudhi Sancoyo beserta anggota komisi, di Giriwoyo, Rabu (17/6).

 Walyono menjelaskan, KUB yang dipimpinnya mempunyai anggota sebanyak 11 orang yang masing masing memiliki peran berbeda beda. Ada yang bertugas mencari bahan baku, membuat design, memotong, melakukan pembentukan, merapikan dan menggosok sampai mengkilap dan memasarkan hasilnya.

Hasil produksi batu akik dari KUB Permata Sari, selain diminati konsumen dari wilayah Wonogiri dan sekitarnya juga merupakan pesanan dari Pontianak dan beberapa wilayah di luar Jawa. Dengan bantuan peralatan sederhana, kelompok ini bisa menghasilkan batu akik sebanyak 100 sampai 120 buah setiap harinya. 

Beberapa jenis batu akik hasil produksi KUB  Permata Sari yang sudah dikenal masyarakat adalah Obsidian, Jasper Merah, Fire Oval dan Red Borneo,

“Batu akik jenis Obsidian banyak dipesan oleh konsumen dari Pontianak,” jelasnya.

Sementara Itu Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng, Yudhi Sancoyo memberi apresiasi positif kepada para perajin yang tergabung dalam KUB Permata Sari ini. Kreatifitas para perajin terbukti dapat menghasilkan batu akik yang memiliki bentuk dan corak unik yang khas dan disukai oleh masyarakat.

“Kreatifitas mereka selain mendatangkan berkah secara ekonomi juga merubah paradigma masyarakat desa yang statis tradisional ke dinamis rasional,” katanya.

Mantan Bupati Blora tersebut sangat tertarik dengan hasil produksi KUB Permata Sari apalagi batu akik produksi kelompok ini dijual dengan harga yang cukup murah berkisar antara Rp. 5 ribu sampai jutaan rupiah. Dirinya sempat memborong batu akik dalam jumlah yang lumayan banyak dan akan dijadikan koleksi.

“Selain karena produknya bagus, saya juga memberi motivasi agar mereka lebih semangat dalam berkarya,” ungkapnya.

Yudhi Menambahkan, geliat ekonomi masyarakat yang disebabkan karena booming batu akik ini harus direspon oleh pemerintah terutama kabupaten/kota dan Pemprov Jateng. Terutama dalam masalah manajemen baik itu produksi maupun pemasaran agar mendapatkan hasil yang lebih optimal.

Senada dengan Yudhi Sancoyo, Anggota Komisi B lainnya Nuniek Sri Yuningsih yang juga salah satu penggemar batu akik mengungkapkan, saat ini usaha di bidang kerajinan batu akik merupakan usaha ekonomi alternatif yang cukup menjanjikan dan memiliki prospek yang cukup bagus. Kegiatan tersebut terbukti bisa menampung banyak tenaga kerja dan digemari oleh masyarakat luas.

“Tidak hanya batu alam yang diproduksi KUB Permata Sari, Tapi limbah yang berasal dari sisa produksi kacapun bisa diolah menjadi batu akik yang cukup bagus dan memiliki nilai jual yang tinggi,” jelasnya yang juga sempat memborong batu akik dalam jumlah yang lumayan banyak ini.

Namun demikian, Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini menyayangkan kelompok perajin ini tidak fokus mengembangkan batu akik yang bahannya dari daerah wonogiri saja melainkan juga menggunakan bahan baku dari daerah lain. Menurut dia, akan lebih bagus dan diburu penggemar batu akik kalau memiliki ciri khas Wonogiri.

Politisi yang saat ini memiliki koleksi batu akik yang mencapai ratusan buah ini menambahkan, batu akik memiliki keunikan tersendiri terutama yang terbuat dari batu asli yang dibuat oleh tuhan dan keindahannya membuat dia tidak bosan menikmatinya. “Saya menyukai batu akik sudah cukup lama sebelum booming, sehingga jumlah koleksinya sudah cukup banyak dan terdiri dari beberapa jenis dan berasal dari beberapa daerah di Indonesia,” pungkasnya.(BJ13)