Home Nasional BOM SARINAH : Mimpi Rico Ingin Kuliah Sambil Kerja Akhirnya Kandas

BOM SARINAH : Mimpi Rico Ingin Kuliah Sambil Kerja Akhirnya Kandas

BOYOLALI, 18/1 (BeritaJateng.net) – Usai pemakaman Rico Hermawan (20) di Dukuh Jayan, Desa Senting, Kecamatan Sambi, Boyolali, Jawa Tengah,  keluarga masih diliputi duka yang mendalam dengan kepergian Rico yang secara mendadak karena menjadi korban ledakan bom di Sarinah beberapa waktu lalu. 

Sigit Mulyono Putro (34), paman Rico yang ditemui di pemakaman Rico, Senin (18/1/2016) siang mengaku meski terasa berat keluarga sudah ikhlas atas musibah yang terjadi. 

“Pertama kali tentu saja syok saat mendengar Rico menjadi salah satu korban ledakan bom di Sarinah. Bahkan kakak saya (ibu Rico) juga pingsan  saat jenazah tiba di Boyolali,” jelas Sigit di Boyolali. 

Sigit menjelaskan, selain Rico ada satu lagi yang menjadi korban ledakan bom, yakni Anggun Kartikasari (24) warga Cepiring Kendal, Semarang yang merupakan kakak sepupu Rico. Namun Anggun selamat dan mengalami luka di kaki dan sebagian paha dan perut.  

Sebelum peristiwa itu terjadi jelas Sigit, Rico sedang mengantar Anggun melamar kerja di kawasan Sarinah, Thamrin. Usai mengantar Anggun mereka akan kembali ke rumah. Karena Rico salah melewati jalur maka Rico harus berurusan dengan Polisi Lalu Lintas yang sedang berjaga. 

“Cerita Anggun, Rico salah melewati jalur kemudian di tilang. Untuk mengambil surta tilang mereka menuju ke pospol di sekitar Sarinah,” terang Sigit. 

Saat itu, lanjut Sigit posisi Rico berada sekitar dua atau tiga meter di depan Anggun. Tiba-tiba saja terdengar suara ledakan dan Rico terpental keluar. Anggun sendiri sempat mendapat pertolongan dari pengemudi Gojek untuk di bawa ke tepi sebelum akhirnya ambulance datang untuk membawanya ke rumah sakit. 

Rico sendiri di mata keluarga adalah sosok pendiam dan tidak neko-neko. Bahkan keluarga juga tidak merasakan firasat apapun sebelum kepergian Rico. Hanya satu keinginan Rico yang ingin melanjutkan kuliahnya sembari bekerja. 

“Rico sempat saya tanya kenapa tidak mau kuliah. Wong bapak (ayah Rico) mau membiayai. Rico hanya mengatakan pingin kerja dulu sambil nantinya kuliah,” pungkas Sigit. (BJ24)