Home Headline BNNP : Solo Daerah Rawan Peredaran Narkoba

BNNP : Solo Daerah Rawan Peredaran Narkoba

narkoba

Semarang, 16/6 (Beritajateng.net) – Petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah mengamankan satu orang SG (42) warga Kaligawe terindikasi positif narkoba jenis sabu.

Ia diamankan dalam kegiatan rutin operasi yustisi disebuah tempat Royal karaoke kawasan komplek Hasanudin.

Kabid Pemberantasan Narkotika BNNP  Jateng AKBP Suprinarto mengatakan, dengan adanya operasi yustisi kali ini untuk mencegah penyalahgunaan obat-obatan terlarang yang sering disalah gunakan tempat hiburan malam.

“Tujuan operasi Yustisi ini untuk menekan peredaran narkoba ditempat hiburan malam,” katanya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, dari empat lokasi yang ditelusuri oleh petugasnya, ia hanya mendapati satu pengunjung yang positif mengonsumsi zat adiktif jenis amfetamin atau sabu. 

“Ada satu orang kami curigai berinisial AG,” tuturnya.

Dari pengakuan yang bersangkutan mengakui telah menggunakan narkoba jenis sabu. Terlihat saat petugas melakukan razia tes urin yang bersangkutan hendak melarikan diri.

“Pelaku memang sudah saya curigai dari awal, karena takut melarikan diri,” jelasnya.

Pelaku sudah diamankan di kantor BNNP, nantinya akan diperiksa secara intensif untuk pengembangan.

“Kita akan kembangkan apakah pelaku pengguna atau pengedar. Apabila terbukti pengedar nanti akan ditindak, dan kalau hanya pengedar nanti akan direhabilitasi,” bebernya.

Suprinarto menjelaskan dari hasil razia yang dilakukan akhir-akhir ini pihaknya sudah berhasil menjaring 20 orang positif menggunakan narkoba.

“Sudah empat kali razia ini, menjaring setidaknya 20 orang yang positif narkoba,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan pengamanan kota selama Ramadan 2015, kata dia, ia akan menindak tegas pengedar narkoba di lokasi indekos maupun lokasi lainnya. 

“Puasa tetap razia, untuk menekan peredaran narkoba dengan sasaran indekos dan hiburan malan,” tandasnya.

Dalam razia yustisi yang diadakan petugas BNN selama 4 kali dalam waktu dekat ini menemukan 20 orang positif memakai narkoba.

Disinggung mengenai lokasi rawan peedaran narkotiba di wilayahnya, ia menyebutkan, peredaran barang haram itu lebih banyak berada di Solo.

“Paling rawan peredaran narkoba daerah solo. Semarang hanya untuk singgah,” pungkasnya.(BJ04)