Home Headline BNNP Jateng Tangkap Pengedar Sabu Melalui Bungkus Permen

BNNP Jateng Tangkap Pengedar Sabu Melalui Bungkus Permen

BNNP Jateng Tangkap Pengedar Sabu Melalui Bungkus Permen
        Semarang, 6/2 (BeritaJateng.net) – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menangkap pengedar  sabu dengan modus baru dibungkus kedalam kemasan permen. Barang bukti yang disita yaitu seberat 1,1 kilogram sabu.
        Pelaku bernama Eko Rianto (31) itu ditangkap di agro wisata Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jumat (2/2) lalu.
         Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru mengatakan Pengungkapan kasus ini berawal adanya informasi di kawasan wisata kopeng sering dijadikan lokasi transaksi narkotikas dalam skala besar. “Dari informasi tersebut petugas dilapangan melakukan penyelidikan di lokasi dan berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pengedar sabu bernama Eko,” ujarnya saat di kantornya, Jalan Madukoro, Semarang, Selasa (6/2).
BNNP Jateng Tangkap Pengedar Sabu Melalui Bungkus Permen

Lebih lanjut Agus menjelaskan, untuk menangkap Eko, tim sempat sulit mendeteksi karena ia tinggal di kamar kos yang lokasinya di sebuah rumah yang berada di antara kebun di Taman Wisata Kopeng, dukuh Sleker, Kelurahan Kopeng.

          “Tersangka ER alias John sengaja mencari lokasi yang tersembunyi di antara kebun tanaman bunga agar aktivitasnya tidak terpantau kamarnya menyetu dengan rumah induk,” jelas Agus.
          Tersangka yang merupakan warga Boyolali itu dilakukan di rumah kosnya yang tersembunyi. Petugas menemukan 1 paket besar sabu seberat 1 kg yang dikemas dalam kemasan teh China berwarna hijau.
         “Dari hasil pengledahan di rumah kos tersangka, diketahui barang bukti 1,1 kg sabu tersebut merupakan sisa dari 4 kg sabu yang dia simpan. Sisanya sebanyak 3,9 kg sudah diedarkan selama sebulan terakhir,” terangnya.
          Selain kemasan besar, tim BNNP Jateng juga mendapati sejumlah sabu yang dikemas plastik klip bening. Kemudian ada juga yang dikamuflase menggunakan bungkus permen.
         “Dimasukkan bungkus permen kemudian dipanasi untuk direkatkan. Ini yang ditemukan jumlahnya ada 19 bungkus permen. Satu permen sekitar 1 gram,” tandas Agus. “Ini modus baru, dimana paketan satu gram dimasukan kedalam kemasan permen,” imbuhnya.
          Dalam peredarannya tersangka Eko memang menyasar tempat wisata di pedesaan antara lain di Klero, Tingkir, Tengaran, Getasan, dan Bawen atau yang masuk wilayah Kabupaten Semarang, Boyolali, dan Salatiga.
          Selain Jawa Tengah, Eko juga mengirim sabu ke Jakarta dan Halmahera via pos. Dari pengakuan Eko, dia dikendalikan seseorang yang mengaku bernama Jiun lewat telepon seluler.
          “Pengakuan ER, dia dikendalikan Jiun salah satu narapidana di Gracia Jogja (Lapas Narkotika dekat RS Gracia Yogyakarta),” kata Agus.
          Sementara itu Eko mengaku sudah 6 bulan menjalankan aksinya. Setiap ditugasi mengedarkan 1 kg sabu maka ia mendapat Rp 10 juta. Ia bertugas mengambil sabu sesuai arahan Jiun kemudian mengemas dalam paket kecil termasuk ke bungkus permen kemudian mengedarkannya. “Baru 6 bulan. Semua saya yang melakukan.. Kenal Jiun dikenalkan sama teman,” kata Eko.
          Selain sabu, barang bukti lain yang disita dari Eko yaitu 3 handphone, 1 timbangan digital, motor, dan airsoftgun beserta 6 butir peluru. Ia dijerat pasal 114 jo pasal 112 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati.  (Nh/El)


http://www.itcert-online.com/
http://www.itexam-online.com/
http://www.passexamvce.com/
210-065 civnd dumps
400-201 vce
cissp practice exam
210-065 vce
210-260 iins pdf
aws sysops certification questions
200-125 ccna dumps
cissp practice exam
aws-sysops dumps
400-201 cisco
aws-sysops dumps
400-201
400-201 cisco
300-101
210-065 pdf
300-075 vce