Home Headline BNNP DIY Musnahkan Sabu-sabu Senilai Rp 8 Miliar

BNNP DIY Musnahkan Sabu-sabu Senilai Rp 8 Miliar

bnnp

Sleman, 8/1 (BeritaJateng.net) – Badan Narkotika Nasional Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis, memusnahkan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat lebih dari empat kilogram atau senilai Rp8 miliar lebih.

“Narkoba sabu-sabu ini merupakan barang bukti atas tindak pidana percobaan penyelundupan melalui Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta beberapa waktu lalu,” kata Kepala BNNP DIY Budiharso sesuai pemusnahan di halaman BNNP DIY di Yogyakarta, Kamis.

Dia menjelaskan pemusnahan dilakukan dengan cara dilarutkan ke dalam air panas agar tidak bisa digunakan lagi.

“Barang bukti ini disita dari dua tersangka, yakni Tuti Herawati dan Jumidah, keduanya warga Indonesia yang ditangkap petugas Bea dan Cukai di Bandara Adisutjipto Yogyakarta ketika mendarat di dari penerbangan tujuan Singapura-Yogyakarta,” katanya.

Budiharso mengatakan pemusnahan sabu-sabu itu, dilakukan setelah keduanya ditetapkan sebagai tersangka.

“Saat ini BNNP DIY memang belum memiliki alat untuk menghancurkan sabu, sehingga pemusnahan dilakukan dengan dilarutkan ke dalam air panas,” katanya.

Ia mengatakan tangkapan barang bukti berupa sabu-sabu itu merupakan jumlah yang terbesar di wilayah DIY.

“Saat ini tersangka ditahan di BNNP DIY dan dijerat melanggar pasal dengan Pasal 113 Ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2006 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman mati,” katanya.

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Yogyakarta, Minggu (28/12), berhasil menggagalkan percobaan penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu seberat 4.010,5 gram melalui Bandara Adisutjipto Yogyakarta.

Percobaan penyelundupan sabu-sabu tersebut dilakukan dua tersangka, yakni TH (23) kelahiran Saka dan J (39) kelahiran Lampung.

Kedua pelaku itu merupakan penupang pesawat Silk Air dengan nomor penerbangan MI-152 dari Singapura tujuan Yogyakarta yang mendarat di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta pukul 16.30 WIB. Rute penerbangan sebelumnya dari Guangzhou, Tingkok.

Saat dilakukan pemeriksaan dengan infra merah terhadap barang bawaan penumpang, petugas mencurigai adanya bungkusan yang disembunyikan dalam tas/bagasi dengan membuat dinding palsu.

Setelah dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan narkotest, hasilnya diduga kuat merupakan narkoba jenis sabu-sabu. (ant/BJ)