Home Hukum dan Kriminal BNN Sita 49,35 Kilogram Sabu Sindikat Indonesia-Tiongkok

BNN Sita 49,35 Kilogram Sabu Sindikat Indonesia-Tiongkok

images(146)

Jakarta, 16/3 (Beritajateng.net) – Badan Narkotika Nasional menyita narkotika jenis sabu-sabu seberat 49,35 kilogram yang berasal dari sindikat pengedar narkotika sindikat Indonesia dan Tiongkok pada Jumat (13/3).

“Petugas berhasil mengamankan tersangka berinisial LPG alias AN, seorang laki-laki warga negara Indonesia (52), di jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat pada Jumat (13/3) sekitar pukul 21.00 WIB,” kata Kepala Bagian Humas BNN Slamet Pribadi di Jakarta, Senin (16/3) seperti dikutip Antara.

Slamet mengatakan petugas menyita 3 kilogram sabu-sabu dari LPG saat ia sedang mengemudi mobil seusai menerima barang bukti tersebut.

Tidak berselang lama, BNN kembali mengamankan tiga warga negara asing asal Tiongkok berinisial KCY (58), YWB (52), dan KFH (33) di sebuah restoran di bilangan Hayam Wuruk.

“Diduga kuat ketiga WNA ini akan mengedarkan sabu di wilayah Jakarta,” kata Slamet.

Petugas kemudian menggeledah tempat tinggal ketiga tersangka di sebuah apartemen di kawasan Gajah Mada, Jakarta Barat.

Dari kamar yang mereka tempati, petugas menyita 44 bungkus sabu-sabu seberat 46,35 kilogram. Jika dijumlahkan dari sabu-sabu hasil tangkapan LPG, total sabu-sabu yang disita adalah 49.351 kilogram.

Hasil interogasi petugas mengungkapkan LPG sudah lima kali menjadi kurir narkotika dengan bayaran Rp30 ribu per gramnya.

Sebelumnya LPG pernah mengantarkan sabu-sabu seberat 200 gram, dan tiga kali seberat 500 gram.

Sedangkan untuk mengantarkan sabu-sabu seberat 3 kilogram kali ini LPG mendapat upah sebesar Rp90 juta.

LPG dikendalikan oleh seseorang yang kini masih dalam pengejaran petugas. Ia juga diketahui pernah mendekam di penjara selama tiga tahun karena kasus narkotika.

Sedangkan ketiga tersangka WNA tersebut mengaku baru pertama melakukan kejahatan peredaran narkotika.

Ketiganya diketahui tinggal di Jakarta sejak 7 Maret 2015 dengan menyewa apartemen yang digunakan sebagai gudang sabu.

Seluruh pelaku dikenakan pasal 114 ayat 2, 112 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 UU No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal pidana hukuman mati.(ant/BJ)