Home News Update BLH Jogjakarta Inventarisasi Ruas Jalan untuk Penghijauan

BLH Jogjakarta Inventarisasi Ruas Jalan untuk Penghijauan

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Yogyakarta, 7/2 (BeritaJateng.net) – Badan Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta terus melakukan inventarisasi ruas jalan yang masih memungkinkan untuk ditanami tanaman penghijauan, guna menambah jalur hijau di kota tersebut.

“Luas Kota Yogyakarta yang terbatas sangat menyulitkan kami untuk menambah taman. Namun, kami tetap upayakan menambah jalur hijau guna mengurangi potensi polusi udara akibat asap kendaraan bermotor,” kata Kepala Bidang Keindahan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta Indiah Widiningsih di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, masih ada sejumlah ruas jalan yang memungkinkan untuk ditanami tanaman penghijauan atau perindang di antaranya di Jalan Sudirman atau di kawasan Kotabaru.

Pada tahun ini, BLH Kota Yogyakarta berencana menambah jalur hijau di lebih dari 100 penggal jalan.

Ia mengatakan, tidak semua ruas jalan dapat ditanami tanaman penghijauan atau perindang karena biasanya di bawah ruas jalan terdapat saluran air atau kabel listrik dan telepon yang terpasang pendek sehingga bisa terganggu pohon saat tumbuh.

“Ruas jalan seperti di Jalan Bhayangkara, Jalan Gandekan dan Jalan Suryatmajan sulit ditanami tanaman penghijauan karena sebab-sebab tersebut,” ucapnya.

Jenis pohon perindang yang dipilih pun harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan, yaitu pohon yang memiliki kemampuan menyerap banyak karbondioksida.

“Kami pilih pohon angsana untuk tanaman perindang. Pohon trembesi sebenarnya memiliki kemampuan menyerap polusi yang baik, namun pohon itu cenderung tumbuh sangat besar, sehingga kurang tepat ditanam untuk jalur hijau,” ujarnya.

Saat ini, jumlah pohon perindang dan penghijauan milik Pemerintah Kota Yogyakarta tercatat sekitar 15.000 batang. Setiap tahun diupayakan penambahan sekitar 400 pohon perindang.

“Jumlah pohon tersebut belum termasuk pohon yang berada di persil pribadi milik warga atau swasta,” tuturnya.

Seluruh pohon milik pemerintah yang berdiameter lebih dari 10 centimeter akan dilengkapi dengan keterangan mengenai jenis pohon dan nama latinnya. (ant/BJ)