Home Lintas Jateng BKT Meluap, Warga Sawah Besar Banjir Lumpur

BKT Meluap, Warga Sawah Besar Banjir Lumpur

Luapan Banjir Kanal Timur menggenangi pemukiman di kelurahan Sawah Besar Semarang.

Semarang, 16/1 (BeritaJateng.net) – Hujan yang mengguyur Kota Semarang,  Minggu malam hingga Senin dini hari, mengakibatkan Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) meluap, dan luapan air mengalir ke perkampungan Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari. Akibatnya, kawasan di perkampungan Sawah Besar banjir lumpur.

Ketua LPMK (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan) Sawah Besar Mulyadi mengatakan, banjir yang  disebabkan BKT meluap akibat banjir kiriman dari Semarang atas dan dari Ungaran.

“Warga kami selalu kena dampak banjir dari BKT. Sebab, Sungai BKT sering meluap dan luapan air bah mengalir ke perkampungan Sawah Besar. Sedangkan banjir yang terjadi Senin dini hari, bercampur lumpur dengan warna cokelat,” kata Ketua LPMK Sawah Besar Mulyadi, Senin, (16/1).

Derasnya arus air luapan Banjir Kanal Timur yang menggenangi pemukiman di kelurahan Sawah Besar.
Derasnya arus air luapan Banjir Kanal Timur yang menggenangi pemukiman di kelurahan Sawah Besar.

Menurutnya, wilayah yang tergenang banjir mulai dari kawasan RW 5, RW 7, RW 8 dan RW 9. Warga terpaksa melakukan bersih-bersih rumahnya setelah banjir surut. Tetapi, yang menjengkelkan dirasakan warga, banjir lumpur susah dibersihkan.

Dampak dari banjir lumpur, Mulyadi berharap kepada Pemkot Semarang untuk memberikan bantuan kepada warga Sawah Besar. “Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan kelurahan dan Kecamatan Gayamsari,” kata Mulyadi.

Koordinasi tersebut, kata Mulyadi, untuk pencegahan terhadap banjir yang selama ini masih musim hujan, sehingga banjir Sawah Besar tetap harus diwaspadai, selama musim hujan masih sering terjadi di Kota Semarang.

Dikatakan Mulyadi, warga Sawah Besar yang sering menjadi korban banjir akibat dari dampak BKT, maka LPMK Sawah Besar mendesak agar normalisasi Banjir Kanal Timur segera direalisasikan, sehingga dapat mengantisipasi luapan air sungai BKT.

“Sebab, sedimentasi BKT sudah sangat dangkal dan tanggulnya juga tidak rapi. Warga kami Sawah Besar  Kecamatan Gayamsari sering menjadi korban luapan BKT pada saat hujan turun, sehingga rawan banjir,” tambah Mulyadi lagi. (EL)

Advertisements