Home Life Style Biennale Jateng Diresmikan, Gubernur Harap Dapat Memotivasi Seniman Lebih Berkarya

Biennale Jateng Diresmikan, Gubernur Harap Dapat Memotivasi Seniman Lebih Berkarya

Biennale Jateng Dibuka, Gubernur Harap Dapat Memotivasi Seniman Lebih Berkarya

Semarang, 2/11 (BeritaJateng.net) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berharap dengan resmi dibukanya Biennale, seniman di Semarang Jawa Tengah dapat memacu dan termotivasi untuk lebih berkarya.

“Semoga tahun pertama ini Biennale Jateng dapat terselenggara dengan baik, dan kemudian, di tahun-tahun berikutnya juga sukses dan memunculan karya-karya yang lebih bagus lagi,” ungkapnya saat secara langsung meresmikan penyelenggaraan Biennale Jateng 2016 di Galeri Semarang Kawasan Kota Lama Semarang.

Biennale Jateng yang merupakan tempat pameran karya-karya para seniman khususnya seni rupa ini digelar hingga, Selasa (15/11). Adapun, selain ditempatkan di Galeri Semarang sebagai tempat pameran juga terdapat di Gedung Oudetrap, Gedung Monod Huis dan Gedung Pedagangan.

Ganjar juga menyampaikan, bahwa penyelenggaraan Biennale Jateng 2016 yang digelar di Kota Lama ini berharap dapat menjadikan Kota Lama sebagai destinasi yang asik bagi masyarakat.

“Kita sering mendengar Kota Semarang identik kota yang panas, sering banjir dan rob. Namun, dengan adanya pameran ini, saya pengen, panasnya Semarang bisa disejukkan dengan karya-karya dari para seniman,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan Prof Dr Endang Caturwati, berharap dalam penyelenggaraan ini, kedepan muncul para seniman-seniman seni rupa yang terus meningkat di tingkat nasioanal khususnya di Jawa Tengah.

“Semoga kegiatan seperti ini menjadikan wadah dan memberikan motivasi untuk selalu berkarya bagi para seniman,” ungkapnya.

Pameran Karya Seniman di Biennale Diselenggarakan dengan bantuan dari Direktorat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah melalui Pemerintah Provinsi Jawa tengah dan Pemerintah Kota Semarang, Bank Jateng dan lainnya.

Kurator Biennale Jateng 2016 Djuli Djatiprambudi mengatakan, kegiatan ini diikuti kurang lebih 82 peserta dari berbagai kota. Diantaranya, Semarang, Magelang, Wonosobo, Bali, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Sukoharjo, Tegal dan lainnya. Serta didukung lima peserta dari komunitas diantaranya, Urban Sketcher, Fotografi, Volume, Hysteria dan Komunitas Katun

“Sehingga, dalam pemeran yang digelar selama dua minggu ini terdapat kurang lebih 87 karya diantaranya karya lukisan, seni instalasi, seni objek, seni lukis dan lain sebagainya,” katanya.

Sementara Biennale Jateng 2016 ini bertemakan “Kronotopos” yang mempunyai makna suatu tanda hadirnya ikon budaya yang dikenal luas oleh masyarakat sebagai semacam landmark dimana mereka tinggal.

Bangunan-bangunan semacam Lawang Sewu, Stasiun Tawang, Gereja Blenduk, Kantor Pos Besar dan lainnya sangat menarik dihadirkan ulang dalam tafsir visual yang kratif dan inovatif.

“Semoga penyelenggaran di Kota Lama ini bisa menjadi salah satu upaya merevitalisasi Kota Lama khususnya sebagai tempat kebudyaan dimana tempat ini sebagai ajang berkumpul pada seniman dan budayawan,” harapnya.

Dalam pembukaan ini, juga dihadirkan tari semarangan dan dilihatkan beberapa video dari kumpulan para seniman dan tokoh-tokoh di Semarang dan sekitarnya. (BJ06)

Advertisements