Home Hukum dan Kriminal Berniat Cari Kerja, Remaja-remaja Ini Justru Jadi Korban Penipuan

Berniat Cari Kerja, Remaja-remaja Ini Justru Jadi Korban Penipuan

Berniat Cari Kerja, Lima Remaja Ini Justru Jadi Korban Penipuan

Semarang, 8/11 (BeritaJateng.net) – Tindak penipuan terhadap para remaja pencari kerja masih saja terjadi. Seperti yang dialami kelima remaja Evi Lestariyah (22), Nur Kholifah (22), Siti Aisah (19), Siti Nur Hidayah (18), Azizah (18). Remaja asal Kendal ini menjadi korban penipuan bermodus operandi lowongan pekerjaan.

Modus operandi yang dilakukan tersangka yang berinisial HA (42) warga Jalan Purnamasari 1 No. 21 Kelurahan Kemijen, Semarang Timur, Kota Semarang dan EK (25) seorang wanita muda asal dukuh Krajan Rt 04/06 desa Ngepungrejo, Kecamatan Pati, Pati dengan cara sengaja menyebar selebaran tentang lowongan pekerjaan yang membutuhkan karyawan/karyawati yang disebar atau dipasang di tempat umum sehingga korban menghubungi nomor telepon yang tercantum dalam selebaran tersebut.

Kejadian bermula saat kelima korban bertemu di SPBU Karanganyar Kota Semarang pada Rabu (7/9) sekira pukul 07.00 Wib guna keperluan untuk melamar pekerjaan. Setelah korban menuju kawasan Candi sekira pukul 09.00 WIB bertemu dengan tersangka yang memberikan brosur lowongan pekerjaan kepada korban. Kemudian korban diminta bertemu kembali untuk bertemu di depan Balaikota Semarang dilain hari.

Sesampainya di Balaikota Semarang tersangka meminta para korban agar menitipkan sepeda motor korban di parkiran Sri Ratu Swalayan. Tanpa curiga, korban menuruti permintaan pelaku.

Kemudian setelah korban terkena bujuk rayu pelaku agar mengisi syarat-syarat formulir para tersangka melakukan tipu daya mengumpulkan barang-barang korban kedalam jok motor milik tersangka untuk selanjutnya kabur dengan barang-barang korban.

“Saya dikasih brosur dan menelepon nomor yang ada di brosur. Terus janjian di belakang Sri Ratu Pemuda. Dari situ kita berlima diboncengkan bergantian, tapi semua perhiasan dan HPdisuruh ninggal dan dimasukan ke bagasi motor pelaku, karena di pabrik yang kita tuju gak boleh bawa HP dan perhiasan,” ujar Nur Kholifah saat ditanya BeritaJateng.net.

“Saya di drop terus pelaku pergi ninggal saya, katanya mau jemput lainnya. Tapi saya tunggu kok ndak balik-balik,saya trus sadar kalau ditipu dan lapor ke polisi,” imbuhnya.

Sejumlah kerugian yang dialami kelima korban berupa, lima buah Handphone berbagai merk, sejumlah uang, emas dan barang berharga lain.

Tersangka akhirnya ditangkap pada Jumat (4/11) sekira pukul 10.00 WIB di wilayah hukum Polrestabes Semarang oleh anggota Reskrim Unit Idik V/Resmob Polrestabes Semarang yang dipimpin oleh Kasubnit Idik Ipda Dimas Charis dan Aiptu Janadi.

“Pelaku sudah banyak melakukan penipuan, ini baru 7 atau 8 korban yang hadir di polres, mungkin akan bertambah,” ujar Kapolrestabes Semarang Kombespol Abiyoso Seno Aji.

“Untuk itu kami sarankan kepada warga untuk hati hati dan waspada terhadap semua penawaran kerja atau sejenisnya,” lanjutnya. (Bj)