Home Lintas Jateng Berlakukan SAA, Angka Kecelakaan Justru Meningkat

Berlakukan SAA, Angka Kecelakaan Justru Meningkat

523
Posko pengaduan milik Tim Pencari Fakta (TPF) Independen Solo.

SOLO, 31/5 (BeritaJateng.net) – Selama hampir sebulan diberlakukannya kebijakan jalur Sistem Satu Arah (SSA) jalan Dr Rajiman Laweyan oleh Pemkot Solo telah terjadi 12 kali kecelakaan. Hal tersebut disampaikan oleh Tim Pencari Fakta (TPF) Independen Solo yang merupakan pendamping warga terdampak kebijakan jalur SSA.

Endro Sudarsono menilai selama diberlakukannya kebijakan jalur Sistem Satu Arah (SSA) si sepanjang jalan Jl Dr Radjiman sering terjadi kecelakaan. Setidaknya sudah ada 12 kali kecelakan selama perubahan jalur mulai diberlakukan.

Hasil pantauan Tim Pencari Fakta (TPF) Independen Solo sejak pemberlakuan SAA, fakta yang twrjadi di lapangan adalah seringnya terjadi kecelakaan.

“Setidaknya ada 12 kali kecelakaan dalam kurun waktu 30 hari sejak diberlakukannya SAA,” jelas Endro di Solo, Senin (30/5/2016).

Parahnya lagi gang kecil menjadi sasaran pengguna jalan yang akhirnya terjadi penumpukan kendaraan dan mengakibatkan kemacetan. Tiga jalan yang memiliki sistem satu arah diantaranya  Jalan Dr Radjiman, Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan Agus Salim.

Sebagian masyarakat tetap menolak kebijakan yang sangat merugikan masyarakat baik secara ekonomi, sosial, keamanan, tansportasi. Secara ekonomi banyak usaha warga yang tergangu akibat kebijakan satu arah.

Dari segi keamanan, kebijakan satu arah membuat kendaraan melaju dengan cepat  dan memicu terjadinya kecelakaan. Gang perkamoungam yang padat penduduk juga dipenuhi kendaraan yang mencari jalan pintas.

Sutomo, warga  Laweyan menilai kebijakan itu sangat merugikan masyrakat mematikan ekonomi masyarakat yang selama ini tergantung dengan usaha kuliner di sepanjang jalan Dr Radjiman.

“Banyak usaha yang nyaris gukung tikar karena kebijaka satu jalur yang digagas Dishubkominfo kota Solo,” tegas Sutomo.

Apapapun dasar pemerintah berlakukan satu jalur meski sengan alasan mengurai keamcetan lalulintas namun pada kenyataanya lebijakan itu tetap tidak memihak masyarakat kecil. (Bj24)

Advertisements