Home News Update Berkostum Diponegoro, Calon Dari KSB Daftar KPU

Berkostum Diponegoro, Calon Dari KSB Daftar KPU

Pilkada Solo

SOLO, 28/7 (BeritaJateng.net) – Setelah PDI Perjuangan mendaftarkan pasangan FX Hadi Rudyatmo – Ahmad Purnomo ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada hari pertama dibukanya pendaftaran pada hari Minggu (26/7/2015) kini pasangan calon walikota dan wakil walikota Anung Indro Susanto – Muhammad Fajri resmi mendaftar hari ini Selasa (28/7/2015).

Pasangan Anung Indro Susanto – Muhammad Fajri yang diusung enam parpol yang tergabung dalam Koalisi Solo Bersama (KSB) ini juga melakukan deklarasi di  Monumen Nasional Surakarta atau lebih dikenal dengan Tugu Lilin Solo sebelum mendaftar ke KPU. 

Sebelum melakukan deklarasi rombongan Anung Fajri diarak dengan menggunakan iringan andong hias yang berjumlah sepuluh andong dan juga sembilan ekor kuda  yang nantinya akan dinaiki Anung-Fajri dan masing-masing ketua parpol dari partai pengusung 

Pantauan beritajateng.net, kedua pasangan tersebut yakni Anung-fajri menggunakan kostum layaknya Pangeran Diponegoro dan mengenakan jubah dan sorban. Keduanya menaiki kuda. Sedangkan pimpinan parpol KSB yang juga menaiki kuda serta mengenakan pakaian jawa.   

Sekretaris Koalisi Solo Bersama (KSB), Supriyanto menyatakan pasangan tersebut mengenakan busana ala Pangeran Diponegoro dan Sentot Alisyahbana  untuk menunjukkan simbol perjuangan dan memilih melakukan deklarasi di  monumen Tugu Lilin juga mengobarkan simbol kebangkitan kebangsaan bangsa Indonesia.

“Selain mengagumi figur Pangeran Diponegoro sebagai  pahlawan besar yang mampu membangkitkan semangat  kebangkitan nasional. Selain itu kita juga menyertakan tokoh dalam dunia pewayangan Semar untuk memberikan nasihat dan juga bisa menghargai nilai-nilai kepahlawan,” terang Supriyanto di Sekertariat DPD PKS, Solo, Jawa Tengah, Selasa (28/7/2015).

Deklarasi pasangan Anung-fajri akan diikuti sekitar 400 simpatisan partai. Sedangkan saat melakukan pendaftaran ke KPU, yang akan mengantar sebanyak 200 peserta.  

Sedangkan cara untuk menghindari pergesekan karen koalisi rentan terjadi perbedaan menurut Supriyanto, sedari awal anggota KSB sudah memiliki satu tujuan dan  sepakat tidak ada yang paling mendominasi namun lebih mengedepankan kesolidan anggota KSB.

KSB merupakan gabungan dari enam partai yakni PKS, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Persatuan Pembangunan, serta Partai Golkar.

Dimana  empat partai pendukungnya sudah mendapat rekomendasi dari  pimpinan pusat sebagai syarat pendaftaran. Dua partai lainnya yakni PPP dan Golkar belum memberikan rekomendasi.

“Pasalnya kedua partai tersebut masih ada permasalahan dalam  kepengurusan. Namun  rekomendasi dari empat partai lainnya mencapai 35 persen suara parlemen dan sudah memenuhi syarat pendaftaran,” pungkasnya. (BJ24)