Home Hukum dan Kriminal Berkas Penganiayaan Anggota Polisi Segera Disidangkan

Berkas Penganiayaan Anggota Polisi Segera Disidangkan

Kejari Kudus

Kudus, 21/1 (Beritajateng.net)- Kasus penganiayaan warga sipil oleh oknum polisi yang bertugas di Polres Kudus, berkas perkaranya sudah dilimpahkan ke Kejari Kudus. Hal tersebut dibenarkan Kepala Kejari Kudus Amran Lakoni saat ditemui wartawan di kantornya, Rabu (21/1).

”Benar sudah kita terima, kalau gak salah kita terima pada hari Senin (19/1) lalu,” katanya.

Ditambahkan, dengan telah dilaksanakannya pelimpahan tahap dari penyidik Ditreskrimum Polda Jateng ke Kejari Kudus, maka penahanan tersangka menjadi tanggungjawab institusinya dan dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kudus. Menurutnya, penahanan tersangka oleh jaksa penuntut umum (JPU) selama 20 hari.

Masih menurut Amran, setelah menerima berkas dari penyidik, JPU mematangkan rencana dakwaan (rendak) tersangka sebelum berkas dan tersangka dilimpahkan ke PN Kudus. Juga dikatakan, berkas perkara kasus tersebut hanya untuk satu tersangka atas nama Brigadir Kepala (Bripka) LR.

”Kita sedang mematangkan rencana dakwaan, perkara ini ditangani tim JPU yang terdiri dari tiga orang,” katanya.

Dalam berkas perkara yang diterima tersebut, lanjutnya, tersangka dijerat melanggar pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. Menurut perkiraannya, berkas perkara dan tersangka akan dilimpahkan ke PN Kudus pada akhir Januari atau awal Pebruari mendatang.

”Kalau dakwaan sudah selesai, secepatnya berkas akan kita limpahkan ke PN Kudus untuk mendapat jadwal sidang,” paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kuswanto (29) warga Desa Jepang, Kecamatan Mejobo Kudus pada 28 November 2012 ditangkap beberapa anggota reserse mobil (resmob) Polres Kudus ketika sedang berada di café Perdana yang ada di Jalan Lingkar Kencing, Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati sekira pukul 18.30 WIB.

Selanjutnya, Kuswanto dibawa ke lapangan uji SIM yang lokasinya berdekatan dengan Universitas Muria Kudus (UMK) dan diinterogerasi karena dituduh terlibat perampokan gudang ice ream Walls di Jalan Lingkar Tenggara pada pertengahan November 2012.

Karena Kuswanto menolak mengaku terlibat dalam perkara tersebut, akhirnya bapak dua anak ini dibakar hingga mengalami luka bakar serius pada bagian lehernya. Dua tahun kemudian, karena luka bakar yang dideritanya tidak kunjung sembuh, lelaki ini mengadu ke Komisi Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS) di Jakarta.

Selanjutnya, oleh KontraS, korban diantar ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk mendapatkan keadilan. Berawal dari perjalanan itulah, kasus yang sudah terpendam selama dua tahun ini mencuat dan akhirnya diajukan ke persidangan. (BJ12)

Advertisements