Home Hukum dan Kriminal Berkas Kasus Dugaan Suap Mantan Kepala Satpol PP Banyumas Hampir Selesai

Berkas Kasus Dugaan Suap Mantan Kepala Satpol PP Banyumas Hampir Selesai

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

Purwokerto, 27/11 (Antara) – Penyidik Kejaksaan Negeri Purwokerto, Jawa Tengah, menyatakan bahwa berkas pemeriksaan kasus dugaan suap perizinan toko modern dengan tersangka mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Banyumas Rusmiyati hampir selesai.

“Insya Allah untuk berkasnya Rusmiyati, pemeriksaan Bupati Banyumas Achmad Husein merupakan yang terakhir. Kami sudah memeriksa banyak saksi,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Purwokerto Abdul Rasyid didampingi penyidik kasus dugaan suap Akhmad Kuswantoro, di Purwokerto, Kamis seperti dikutip Antara.

Kendati demikian, dia mengaku tidak mengetahui perkembangan berkas pemeriksaan untuk tersangka lainnya, yakni Supervisor Lisensi PT Indomarco Prismatama Cabang Cirebon Asep Gunawan.

Ia mengharapkan seluruh berkas pemeriksaan kasus dugaan suap tersebut dapat secepatnya selesai sehingga bisa segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Semarang.

Disinggung mengenai tawaran penyidik untuk mengajukan saksi meringankan (a de charge), dia mengatakan bahwa Rusmiyati menyatakan tidak akan mengajukan saksi tersebut.

“Kami memang tidak menahan Rusmiyati dengan berbagai pertimbangan. Kami pun sudah mengamankan sejumlah alat bukti,” katanya.

Saat ditanya kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus tersebut, dia mengatakan bahwa sebenarnya ada dua orang namun belum ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut dia, dua orang calon tersangka itu berasal dari kalangan Pemkab Banyumas dan pihaknya telah menyita uang yang mereka terima dari Rusmiyati.

“Kalian telah tahu siapa mereka,” kata dia tanpa menyebutkan identitas dua calon tersangka itu.

Seperti diwartakan, Rusmiyati dicopot dari jabatannya sebagai Kasatpol PP karena diduga menerima aliran dana dari PT Indomarco Prismatama (Indomaret) saat melakukan penertiban toko modern ilegal.

Selanjutnya Rusmiyati mendapat tugas sebagai staf biasa di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Banyumas.

Saat ini, kasus yang melibatkan Rusmiyati telah ditangani Kejari Purwokerto dengan memeriksa sejumlah pejabat Pemkab Banyumas maupun karyawan PT Indomarco Prismatama termasuk menyita barang bukti berupa uang sebesar Rp35 juta.

Aliran dana tersebut diduga sebagai suap untuk merevisi Perda Nomor 3 Tahun 2010.

Dalam penyidikan kasus tersebut, penyidik Kejari Purwokerto telah meminta keterangan dari sejumlah pejabat eksekutif dan legislatif di Banyumas.

Selain itu, penyidik juga telah menyita uang Rp36 juta yang terdiri Rp19 juta berupa pengembalian dari Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Banyumas Dwi Pindarto, Rp11 juta dari Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi (Kabid Dinperindakop) Banyumas Jumeno, dan Rp6 juta dari staf honorer Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Banyumas.

Kasus dugaan suap tersebut juga menyeret Kepala BLH Banyumas Dwi Pindarto dan Kabid Perdagangan Dinperindagkop Banyumas Jumeno sehingga kedua orang itu diberhentikan dari statusnya sebagai pegawai negeri sipil.

Bahkan, penyidik juga telah menetapkan satu tersangka baru dalam kasus dugaan suap tersebut, yakni Supervisor Lisensi PT Indomarco Prismatama (Indomaret) Cabang Cirebon Asep Gunawan.(ant/pj)