Home News Update Berita Hoax Jadi Ancaman Pilkada 2018 

Berita Hoax Jadi Ancaman Pilkada 2018 

          Demak, 11/2 (BeritaJateng.net) – Jajaran Kepolisian Daerah Jawa Tengah bersama Kodam IV Diponegoro telah berkomit menjaga keamanan dan ketertiban wilayah Jawa Tengah dalam menghadapi Pemeilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan berlangsung pada bulan April 2018 mendatang. Untuk saat ini Dua institusi penegak hukum tersebut telah membentuk Tim satgas anti black campaign serta pasukan pengamanan huru-hara serta melaksanakan simulasi penanganan kerusuhan sebagai bentuk antisipasi jika terjadi hal- hal yang tidak diinginkan.
        Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menegaskan, jika aparat yang bertugas dilapangan akan mengedepankan upaya pencegahan serta mendeteksi embrio konflik perbedaan pendapat dan pilihan sejak dini sehingga kerusuhan tidak terjadi.
        Sementara itu menurut pengamat politik dari Universitas Wahid Hasim (Unwahas) Joko Prihatmoko, mengomentari jika isu sara atau kebijakan pemerintah di Jateng tidak akan bisa berkembang besar untuk memecah belah para pemilih.
        “Menurut saya rasa tidak mungkin terjadi, mengingat penduduk Jateng jelas berbeda dibanding di Jakarta, terlebih kedua paslon juga menggandeng wakil dengan latar belakang agama, soal isu cantrang juga menurut saya tidak akan berpengaruh banyak,” jelas Joko.
         Terpenting yang perlu diwaspadai, lanjut Joko Prihatmoko, sebenarnya ada 15 ribu pemilih Jateng yang aktif bermedia sosial saat ini. Jalur tersebut ia khawatirkan akan ramai digunakan untuk mempengaruhi calon pemilih.
         “Ancaman terbesar manipulasi bentuknya hoax bisa negatif campaign, black campaign, atau kemudian mempengaruhi seseorang untuk tidak menggunakan hak pilih. Jika yang terakhir terjadi, saya pastikan akan lebih mengerikan lagi,” tandasnya.
        Partisipasi masyarakat di Jateng untuk menggunakan hak pilih masih sangat rendah. Sehingga jika kemudian pengguna media sosial di Jateng melihat konten-konten untuk tidak menyalurkan suaranya dikhawatirkan bisa semakin menurunkan angka partisipasi dalam menggunakan hak suara.
         Disisi lain, Joko mengapresiasi langkah TNI Polri yang menggandeng dan  melibatkan instansi lain untuk mewujudkan jalannya pilkada damai.
        “Semua harus digerakan untuk menanggulangi itu. Kawan-kawan akademisi akan bergerak, bersama tokoh agama, polisi, masyarakat harus melakukan aksi bersama,” tandasnya.
        Ia memaparkan aksi tersebut bisa deklarasi bersama pilkada damai, dengan mengajak seluruh media yang kemudian di viralkan di media sosial.
       “Anak muda jaman sekarang itu kreatif membuat meme yang mencintai pilkada damai, meme untuk menggunakan hak pilih, bisa berbagai cara yang modern atau cara yang lama,” pungkas Joko. (WB/El)