Home Lintas Jateng Berebut Penumpang, Awak Bus AKDP dan AKAP Saling Pukul

Berebut Penumpang, Awak Bus AKDP dan AKAP Saling Pukul

Puluhan awak bus antar kota dalam provinsi jurusan Weleri-Semarang datangi Mapolres Kendal guna memberikan dukungan kepada temannya yang telah dilaporkan ke polisi terkait kasus pemukulan lantaran rebutan penumpang, Kamis (25/6).
Puluhan awak bus antar kota dalam provinsi jurusan Weleri-Semarang datangi Mapolres Kendal guna memberikan dukungan kepada temannya yang telah dilaporkan ke polisi terkait kasus pemukulan lantaran rebutan penumpang, Kamis (25/6).
Puluhan awak bus antar kota dalam provinsi jurusan Weleri-Semarang datangi Mapolres Kendal guna memberikan dukungan kepada temannya yang telah dilaporkan ke polisi terkait kasus pemukulan lantaran rebutan penumpang, Kamis (25/6).

Kendal, 25/6 (BeritaJateng.net) – Lantaran saling berebut penumpang, Junaedi (45) salah seorang awak bus antar kota dalam propinsi (AKDP) PO Curugsewu dipukul oleh awak bus antar kota antar propinsi (AKAP) PO Sahabat dan mengalami luka dibagian kepala dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kendal, Kamis (25/6).

Mengetahui ada temannya dilaporkan ke Polisi, puluhan awak bus PO Curug Sewu mendatangi Mapolres Kendal untuk memberi dukungan kepada temannya. Sebab apa yang dilakukan temannya tersebut dinilai benar.  

Justru dari pihak awak bus AKAP PO Sahabat yang mengingkari dan menyalahi perjanjian sebagaimana yang telah disepakati dan dibuat secara bersama-sama perihal mengenai trayek penumpang yang tidak bisa diambil ataupun dinaikkan sembarangan.

Mukhson (65) pengurus paguyuban bus AKDP PO Curug Sewu yang ikut datang ke Mapolres Kendal saat itu, ia mengatakan sebelumnya pada tahun 2013 kedua belah pihak trayek bus AKDP dengan AKAP telah membuat perjanjian waktu di kantor Dinas Perhubungan Kendal.

Isi daripada surat perjanjian tersebut, yakni pihak bus AKAP tidak boleh menaikkan penumpang disepanjang jalan jalur pantura Kendal. Sebab, hal itu berdampak mempengaruhi jumlah penumpang bagi trayek bus AKDP menjadi berkurang dan rugi.

“Trayek kami, kan hanya Sukorejo Kendal – Mangkang Semarang dan tidak masuk ke Semarang kota hingga terminal Terboyo. Jadi trayek kami cukup pendek, jika penumpangnya di ambil oleh bus AKAP, maka kami akan kehilangan pendapatan,” ungkap Mukhson.

Dia mengaku, saat ini pihaknya belum tahu siapa yang telah memukul kru bus AKAP Sahabat. Pasalnya, bus AKDP Curug Sewu jumlahnya banyak. “Kami masih mencari orangnya dan kami minta supaya menghadap ke Polres untuk menjalani pemeriksaan,” ucapnya.

Terkait dengan pemukulan gara-gara rebutan penumpang, yang di alami dua orang kru bus AKDP Curug Sewu tersebut. Sebelumnya, dua orang telah menjadi korban pemukulan oleh kru bus AKAP Langsung Jaya pada Senin (22/6) lalu. Untuk itu, pihaknya juga melaporkan kejadian tersebut, ke Polres Kendal.

“Korbannya yakni Doni dan Ateng. Teman kami yang bernama Ateng mengalami luka di bagian pelipis, sedangkan Doni mengalami luka di tangan dan kepala,” akunya.

Sementara itu, Waka Polres Kendal Kompol Guki Ginting menanggapi terkait adanya kejadian pemukulan yang disebabkan rebutan antar penumpang tersebut, langsung mengundang kedua belah pihak untuk diajak musyawarah.

Dalam musyawarah itu, Polres juga menghadirkan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal yakni Subarso. “Kedua belah pihak korban pemukulan langsung kami undang, dihadiri pula oleh pengurus paguyuban Bus Curug Sewu. Kami berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi,” kata Wakapolres.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal Subarso, menegaskan dalam waktu dekat akan mengundang kembali para pengurus bus AKAP dengan AKDP. Tujuannya, yakni untuk mencari dan meminta solusi terbaik agar tidak ada perselisihan seperti yang sudah terjadi.

“Nanti kedua belah pihak pengurus paguyuban bus AKAP maupun bus AKDP, Senin (29/6) besok akan kami kumpulkan. Dan perjanjian yang pernah dibuat pada tahun 2013, akan kami jalankan lagi,” terang Subarso.

Dia menjelaskan, sesuai dengan isi surat perjanjian, bahwa bus AKAP tidak boleh menaikkan penumpang dari arah barat menuju ke Semarang. Bus AKAP, hanya boleh menaikkan penumpang dari arah Barat menuju ke Timur. Tetapi bus AKAP, tidak diperbolehkan melewati jalur kota. Mereka harus lewat jalur lingkar Weleri dan Kaliwungu,” tandasnya.(BJ019)