Home Headline Beras Plastik Beredar di Semarang?

Beras Plastik Beredar di Semarang?

image

Semarang, 31/5 (BeritaJateng.net) – Warga Jalan Gedungsongo RT 01/RW 02 digegerkan dengan penemuan beras yang diduga merupakan beras sintetis atau beras plastik.“Tadi pagi sekitar jam 06.00 pagi saya menanak nasi pakai dandang, tapi hasilnya tidak seperti biasa. Nasi ini lembek seperti bubur dan setelah saya amati ada semacam plastiknya lentur,” ungkap Ngatemi, Minggu, (31/5) ketika di temui di rumahnya di Jalan Gedungsongo RT 01/RW 02 Manyaran, Semarang.

Ngatemi merasa curiga, lantaran beras yang dimasaknya memiliki tekstur berbeda, ia lantas memasak ulang nasi tersebut hingga empat kali. Namun hasil yang di dapatnya tetap sama, yakni beras tersebut tetap lembek dan bertekstur berbeda dari beras pada umumnya.“Nasi yang sudah saya masak itu lalu saya masak lagi di magicom. Tapi hasilnya ya seperti itu lagi. Padahal biasanya saya menanak nasi juga pakai beras yang sama dan hasilnya tidak lembek seperti ini,” imbuhnya.

Dengan adanya kejadian tersebut, pihaknya langsung mengundang beberapa tetangga untuk melihat dan memastikan apakah nasi yang dimasaknya itu berbahan plastik. Bahkan, mereka yang datang juga ikut memastikan kebenaran sisa beras tersebut yang belum dimasak dengan cara dibakar.

“Saya tanya ibu-ibu yang disini yang ikut membakar beras disini. Katanya ada baunya plastik. Saat dites dicelupkan air dalam gelas, beras itu juga tengggelam. Bisa juga diduga beras plastik itu sudah bercampur dengan beras asli,” ujarnya.

Diakuinya, beras yang dimasak tersebut dibeli dari sebuah warung eceran yang tidak jauh dari rumahya. Beras tersebut berjenis C4 seharga Rp10 ribu perkilo dan beras jenis Matahari berharga Rp11 ribu.“Kemarin beli beras 2 kilogram antara beras C4 dan Matahari. Sudah saya masak 5 kali, setiap masak paling hanya seukuran 2 gelas dan ini beras sisa yang kemarin. Tapi sekarang ini nasinya lembek. Memang selama ini tidak merasakan keluhan apa-apa,” terangnya.

Kabar yang menggemparkan di Kelurahan tersebut juga terdengar hingga ke Polrestabes Semarang. Beberapa petugas yang dipimpin langsung AKP Agus langsung turun ke lapangan menuju rumah Ngatemi dan mengambil beberapa gram beras sample untuk dilakukan uji tes laboratorium.Selain itu petugas juga menyambangi penjual beras eceran tersebut untuk dimintai keterangan.

Sementara itu, penjual beras, Marta saat didepan petugas mengatakan beras yang dijual tersebut dibelinya dari agen beras yang berada di pasar Karangayu. Namun demikian, pihaknya juga belum mengetahui kebenaran atau kepalsuan beras tersebut.“Saya kulakan di Toko Makmur pasar Karangayu. Setiap hari 2 sak. Itu sudah jadi langganan saya hampir 13 tahun lebih. Bahkan, saya sendiri kalau makan juga dari beras itu juga. Tapi hasilnya tidak lembek,” katanya.

Sementara, AKP Agus mengatakan saat ini pihaknya hanya mengambil sample dan belum bisa menyimpulkan apakah benar beras tersebut mengandung plastik atau tidak. Sample beras nantinya akan diuji di laboratorium terlebih dahulu.“Sementara kita baru lihat wujud beras yang sudah dimasak. Kita tunggu perintah pimpinan. Ini kita lab kan dulu, tapi sejauh ini belum mengarah ke situ,” tandasnya. (BJ05)