Home Ekbis Beragam Kekayaan Logam Ada Di Pameran Industri Logam Javasupermall

Beragam Kekayaan Logam Ada Di Pameran Industri Logam Javasupermall

Contoh emban akik yang di pamerkan
Contoh emban akik yang di pamerkan
Contoh emban akik yang di pamerkan

Semarang, 30/05 (BeritaJateng.net) – Puluhan stand memeriahkan pameran bertajuk ‘Gelar Produk Industri Logam Jateng 2015’ yang di selenggarakan di Java supermall sejak 29 Mei hingga 31 Mei 2015.

Staff Seksi Logam, Doni Nurhidayat mengatakan gelaran ini merupakan acara tahunan yang telah diselenggarakn ke lima kalinya oleh seksi industri logam. Pameran bertajuk “Gelar Produk Industri Logam Jateng tahun 2015” dibuka oleh Prijo Anggoro Budil Rahardjo selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah, Jumat (29/5) kemarin.

Menampilkan produk logam se-Jawa Tengah, diantaranya Industri Kecil dan Menengah (IKM) logam Jawa Tengah, Perusahaan Besar dan Perguruan Tinggi. “Pameran ini lebih fokus ke IKM karena membantu mengembangkan produknya baik dari Sumber Daya Manusia (SDM), promosi dan jalinan hubungan antar pengusaha,” imbuhnya.

Menurutnya, Surat diberikan ke Kabupaten/Kota dan merekalah yang menyeleksi peserta. Ada dari Kabupaten Purbalingga, Kebumen, Tegal, Pati, Klaten, Rembang, Semarang, Wonogiri, Kudus, Boyolali dan Jepara. Perguruan Tingginya sendiri ada dari UNDIP, UNNES, UNNISULA, POLMAN Ceper Klaten dimana produknya merupakan hasil karya Mahasiswa. Perusahaannya, meliputi Buma Hospital, PT. Wiratamtama, CV.UKABE Indonesia, PT. Laju Kencana Mandiri/Viar. Semuanya menampilkan produk-produk yang berbasis logam.

Acara dimulai dari tanggal 29 Mei s.d 31 Mei 2015. Untuk penutupannya direncanakan hari Minggu (31/05/2015) mendatang pukul 19.00 WIB dengan agenda laporan hasil penjualan para peserta pameran serta pengumuman Juara lomba mewarnai tingkat Sekolah Dasar (SD).

Harapan dari peserta pameran selama 3 hari ini, bisa bermanfaat dan bisa ditambah sampai 4 hari. Ada kegiatan penunjang temu bisnis pengusaha dengan pengusaha untuk menjalin hubungan dalam meningkatkan mangsa pasar.

Pameran ini berbeda dengan tahun sebelumnya, karena batu akik sedang merebak, batu akik dikemas menjadi cincin akik. Sayangnya, mencari pengrajin untuk tempat batu akik masih kekurangan, maka perlu memasok rangka cincin dari luar.

Sugiyono, sebagai pemilik stand dan penanggung jawab Tri Tunggal Gemstone, Kerajinan Batu Klawing Purbalingga, mengatakan Klawing diambil dari nama sungai. “Dalam pameran logam kali ini, Purbalingga menjadi sorotan karena batu klawing pernah mengikuti lomba tingkat Nasional Juara I. Tingkat Asia juga juara I, dari tahun 1960 s.d 1980 sudah booming, hanya saja banyak yang dibawa ke Jawa Barat (Sukabumi) dalam bentuk mentahan untuk jenis pancawarna.

Harganya pun bervariasi, mahalnya tergantung jenis dan kualitas. Misalnya, kualitas kekerasan batu, motif, kelangkaan batu dan pembuatannya. Konsumen Kota Semarang minta yang murah dan baik. Harapan dari kami, Pemerintah menstabilkan harga, peserta pameran bersaing dengan sehat serta mampu menjaga kelestarian alam dan lingkungan, “paparnya.

Budi Wijaya sebagai peserta Pameran Barong Production, Kebumen, mengatakan produk unggulan dari Kebumen adalah Badar Besi Merah. Kerangkanya/emban dipasok dari luar, seperti Jakarta dan Jepara.

“Dengan adanya pameran ini bisa memperkenalkan batu daerah dan saling mengangkat hasil daerah. Kisaran mahalnya harga dipengaruhi oleh motif batu yang langka, bahannya susah didapat dan tertua di dunia karena merupakan batu yang mengandung besi,” imbuhnya. (Mg-1)