Home Headline Bentrok Antara Warga dan Satpol PP Terjadi di Balaikota

Bentrok Antara Warga dan Satpol PP Terjadi di Balaikota

snapshot_005
Puluhan warga dan Satpol PP Kota Semarang terlibat bentrok di halaman Balaikota Semarang, Kamis (13/8).

Semarang, 13/8 (BeritaJateng.net) – Bentrokan antara petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang dengan puluhan warga terjadi di Pintu Gerbang Balaikota Semarang, Kamis (13/8) siang.

Puluhan warga yang mendatangi Balaikota Semarang merupakan PKL, tukang becak dan unsur masyarakat lain yang tidak terima dengan petugas Satpol PP yang kerap mengusik lapangan kerja mereka dengan menertibkan dan operasi PKL dan yustisi.

Di depan pintu gerbang terjadi aksi saling lempar dan saling dorong, keganasan pendemo semakin menjadi ketika puluhan warga di halau masuk petugas Satpol PP.

Tak khayal seorang petugas Satpol PP menjadi sasaran bpgem mentah warga. Meski tidak terlalu parah, ternyata melukai salah satu petugas satpol di pelipis kiri. Kasman yang mengeluarkan darah cukup banyak segera di mendapatkan pertolongan pertama dari petugas lain.

Setelah upaya mediasi yang cukup alot antara Petugas Satpol PP dengan warga, akhirnya tercapai kesepakatan damai dan emosi warga dapat diredam. Demo akhirnya berhenti dan warga membubarkan diri dengan tertib dengan arahan Petugas Satpol PP.

snapshot_003
Warga merangsek masuk ke Balaiota Semarang dan di halau petugas Satpol PP Kota Semarang, Kamis (13/8).

Ya… itulah rangkaian Simulasi yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang sebagai puncak dari pelatihan satpol dalam mengatasi demo.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro Martanto mengatakan, simulasi kali ini merupakan puncak dari pelatihan satpol dalam mengatasi demo.

“Diharapkan simulasi yang di lakukan dengan serius ini, mampu mengasah kemampuan para petugas satpol,” katanya.

Endro menjelaskan, jalan kekerasan merupakan solusi terakhir dalam menegakkan Perda, sedangkan upaya persuasif menjadi langkah yang wajib dilakukan oleh petugas Satpol PP.

Sementara itu, luka yang dialami anggota Satpol PP, Kasman merupakan cidera kecil yang terjadi dalam rangka simulasi penegakan Perda.

“Ini merupakan bentuk keseriusan  dalam melaksanakan simulasi dalam  mengatasi demo di Balaikota Semarang,” ujar Kasman.

Menurut kasman, luka yang dialaminya kali ini, sudah menjadi resiko yang harus ditanggung oleh Satpol PP, terutama mereka yang dilapangan.

Luka yang dialaminya sendiri terjadi akibat benturan benda keras, saat bentrok dengan warga sebagai upaya Simulasi penegakan Perda Satpol PP. (Bj05)