Home Lintas Jateng Bengawan Solo Meluap, Warga Bantaran Siaga Banjir

Bengawan Solo Meluap, Warga Bantaran Siaga Banjir

Bengawan solo yang terus mengalami peningkatan volume air.
Bengawan solo yang terus mengalami peningkatan volume air.
Bengawan solo yang terus mengalami peningkatan volume air.

Solo, 10/2 (BeritaJateng.net) – Hujan deras yang mengguyur kota Solo pada Senin malam kemarin sampai tadi pagi membuat permukaan air sungai Bengawan Solo naik dan menggenangi sejumlah wilayah yang rawan banjir. 

Kepala BPBD Solo, Gatot Sutanto pihak (BPBD) Kota Solo, telah mengupayakan agar banjir tidak menyebar dengan mengoperasikan sejumlah rumah pompa di beberapa pintu air, seperti di  Demangan. 

Pompa air dipasang  di pintu air Demangan untuk memompa air yang berasal dari kali pepe dan bisa menghindarkan kawasan Kelurahan. Gandekan, Kelurahan Sewu dan Semanggi. 

“Namun karena ada  beberapa kampung yang lokasinya rendah tetap terendam meskipun relatif dangkal,” jelasnya kepada wartawan di Solo Jawa Tengah,  Selasa (10/2/2015).

Dalam kondisi darurat semua pintu air di sejumlah titik di Kota Solo akan ditutup. Dikhawatirkan jika tidak ditutup  air Bengawan Solo masuk Kota Solo dan dapat merendam pemukiman. 

“Selama permukaan air Bengawan Solo masih tinggi, pompa air terus dioperasikan sampai permukaannya dalam batas normal,” lanjutnya. 

Meski begitu ungkap Gatot tetap harus waspada sebab  pengelola Bendungan Serba Guna Waduk Gajah Mungkur Wonogiri menginformasikan  ada satu pintu air bendungan (Spillway) di Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri dibuka sejak Senin (9/2/2015), pukul 09.10 WIB.

Pembukaan pintu air tersebut karena  ketinggian air makin meningkat. Ketinggian air di WGM mencapai 136,80 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Darto, warga, Kedung Lumbu Pasar Kliwon yang rumahnya sempat terendam banjir mengungkapkan air mulai memasuki rumah pemukiman penduduk sejak pagi dinihari tadi. Warga juga bergotong royong  menumpuk kantong pasir di depan rumahnya supaya air tidak masuk ke dalam rumah namun tetap saja air masuk, namun tidak begitu tinggi. 

“Semoga saja tidak hujan lagi, hari ini,” harapnya. 

Pantauan beritajteng di sekitar pintu air Jurug sampai malam ini belum mengalami penurunan. Karena sejak sore tadi wilayah eks Karesidenan Surakarta masih diguyur hujan yag merata di sejumlah wilayah. 

Bahkan arus air Bengawan Solo masih deras, bahkan ketinggiannya hampir  melewati tinggi permukaan bronjong penguat tebing sungai. (BJ24)