Home Headline Bendungan Urban Downhill dan Pasar Apung Jadi Upaya Pemkot SemarangTingkatkan Ekonomi

Bendungan Urban Downhill dan Pasar Apung Jadi Upaya Pemkot SemarangTingkatkan Ekonomi

Pasar Apung BKB Semarang

Semarang, 14/8 (BeritaJateng.Net) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang serius untuk membuat legacy menjadikan kota Semarang sebagai kota tujuan wisata utama di Indonesia. Beragam kegiatan seperti Bendungan urban downhill yakni atraksi sepeda gunung yang dilakukan di kawasan permukiman serta Pasar Apung di Banjir Kanal Barat (BKB) Kota Semarang, Minggu (14/8).

Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengaku terus menggali seluruh potensi yang dapat dikembangkan kota Semarang menjadi daya tarik wisata di wilayah ibu kota provinsi Jawa Tengah.

Hal itu seperti terlihat saat Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu membuka dua kegiatan sekaligus di hari yang sama, yaitu Pasar Apung di Banjir Kanal Barat, dan Kompetisi Urban Downhill di Kelurahan Bendungan, Minggu (14/8).

Hendi sendiri menekankan bahwa penyelenggaraan berbagai kegiatan sejatinya merupakan salah satu upaya penting untuk mendorong daya tarik kunjungan.

“Pariwisata itu kan kuncinya 6A, dan salah satu A itu adalah Attraction atau atraksi. Maka penyelenggaraan kegiatan ini bagian dari membangun atraksi atau daya tarik di Kota Semarang,” terang Hendi.

“Kita tentu mengharapkan teman – teman swasta yang kreatif bisa aktif, tapi Pemerintahnya juga harus aktif juga, jangan tunggu-tungguan,” tekannya.

Wali Kota Semarang itu pun mengapresiasi jajarannya yang telah aktif dan memiliki semangat yang sama dengannya. Adapun dengan membangun sektor pariwisata yang unggul, Hendi meyakini aktivitas ekonomi di Kota Semarang bisa lebih merata.

“Kita lihat di Bendungan dan Banjir Kanal Barat ini, UMKM yang ada di dalam area kegiatan maupun di sekitar mendapatkan rezeki. Maka kalau pariwisatanya semakin hidup, Insya Allah ekonominya juga semakin merata,” yakin Hendi.

Sementara itu, terkhusus kegiatan Pasar Apung di Banjir Kanal Barat, Hendi menjelaskan ada tiga hal penting yang ingin ditekannya dari kegiatan tersebut. Selain sebagai magnet pariwisata seperti yang telah ditekankannya, menurut ada dua hal penting lain yang ingin disampaikannya.

Pertama sebagai identitas sejarah kota yang mana pada abad ke-15, Kota Semarang sudah termasuk Kota Bahari maka penting menurutnya harus bisa merawat dan menjaga agar bisa terus mempertahankan identitas tersebut. “Kita teguhkan lagi mengangkat Kota Semarang sebagai Kota Bahari, sebagai potensi ekonomi di seluruh Indonesia,” ujar Hendi.

Selain itu. Hendi juga menyebut jika kegiatan Pasar Apung juga didorong sebagai daya dukung ekologi di Kota Semarang. “Kegiatan Pasar Apung ini sejalan dengan lingkungan yakni sungai, harapannya tumbuh rasa memiliki dan mendorong warga untuk merawat sungai,” harap Wali Kota Semarang tersebut.

Adapun terkait Pasar Apung, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Wing Wiyarso menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat mengoptimalkan pemanfaatan sungai Banjir Kanal Barat. “Terdapat 30 perahu yang dibawa oleh nelayan dan dimanfaatkan oleh UMKM. Total terdapat 59 perahu yang disiapkan dan 1 kapal speed boat,” pungkas Wing.

Senada, Camat Gajahmungkur, Ade Bhakti Ariawan juga menuturkan bahwa kegiatan Urban Downhill di Kelurahan Bendungan juga diinisiasi untuk dapat meningkatkan perekonomian wilayah. “Banyak pelaku UMKM yang terlibat, fokusnya bukan pada kegiatannya saja, tetapi juga dampak adanya kegiatan tersebut, seperti peningkatan ekonomi wilayah,” ujar Ade. (Ak/El)