Home Lintas Jateng Bendung Karet BKB Mulai Dibangun, Telan Dana Rp 148 Miliar

Bendung Karet BKB Mulai Dibangun, Telan Dana Rp 148 Miliar

Wakil walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu meninjau penyisiran sungai di jembatan Pleret Banjir Kanal Barat.
         SEMARANG, 25/1 (BeritaJateng.net) – Proyek pembangunan bendung karet di sungai Banjir Kanal Barat (BKB) saat ini sedang dimulai tahap awal. Bendungan ini nantinya berfungsi sebagai penahan intrusi air laut dan menjaga debit air, dan mendorong flashing sedimen sungai.
         Bendungan ini akan menelan biaya Rp 148 miliar. Nantinya juga akan dimanfaatkan sebagai sarana rekreasi dan wisata air. Saat ini pengerjaan masih dalam tahap awal, di bawah pengawasan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.
         “Ada kurang lebih 30 pekerja dalam pengerjaan tahap awal. Ini baru tahap persiapan, yakni melakukan pengurukan menggunakan alat berat,” kata salah satu pekerja di lokasi proyek, Kamis.
           Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Ruhban Ruzziyanto mengatakan, pembangunan bendung karet BKB konsepnya adalah bendungan bergerak. “Tujuannya, bendungan ini berfungsi sebagai penahan intrusi air laut dan menjaga debit air, kemudian untuk mendorong flashing sedimen sungai. Nanti sedimen bisa terdorong. Kalau selama ini sedimen-nya kan terkumpul,” terang Ruhban.
             Selain itu digunakan untuk tempat wisata. “Apalagi di Kota Semarang masih kekurangan tempat wisata. Jadi nanti air sungai BKB di atasnya bendungan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai tempat wisata air. Misalnya perahu, sekoci, latihan dayung, dan seterusnya,” terang Ruhban.
           Kontrak pengerjaan proyek pembangunan bendung karet BKB tersebut telah dilakukan sejak November 2017 lalu. Dikerjakan oleh kontraktor PT Adhi Karya dan Minarta. “Sesuai kontrak, pembangunan ini akan diselesaikan Desember 2019. Total waktu yang dibutuhkan 720 hari menggunakan anggaran Rp 148 miliar,” katanya.
           Tetapi hal setiap pekerjaan tidak menutup kemungkinan dilakukan percepatan-percepatan. Hal itu, kata dia, agar setiap pembangunan segera bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Saat ini tahap persiapan dan pembersihan. Pembebasan lahan tidak ada, karena kegiatan pembangunan ini dilakukan di lahan milik kita sendiri. Pekerjaannya nanti separuh dulu di salah satu sisi,” katanya.
          Bendung karet juga sebagai long storage untuk penahan air. Terutama ketika musim kemarau, agar Sungai Banjir Kanal Barat itu tetap ada genangan air. Bendung Karet Banjir Kanal Barat ini terletak kurang lebih 100 meter dari hulu, sebelum jembatan ringroad utara, atau dekat gereja Katolik Hati Kudus Tanah Mas, Jalan Kokrosono.
          Secara fisik, nantinya bendung karet ini berbentuk melintang di sungai BKB. Terbagi tiga space. “Nantinya bisa digelembungkan dan dikempiskan menggunakan teknologi. Kalau diperlukan, bisa digelembungkan menggunakan udara. Bendungan ini menggunakan karet dilapisi pelat baja, agar tidak mudah bocor,” terang Ruhban.
            Jadi, saat terjadi hujan dan debit air tinggi, maka bendungan tersebut dikempiskan. Namun saat musim kemarau dan debit air rendah, maka bendung karet digelembungkan. “Bendung karet ini bisa menampung air hingga ketinggian tiga meter dari dasar sungai,” katanya. (Bj/El)