Home Hiburan Benahi Taman Lele Semarang Butuh Dana Rp 40 Miliar

Benahi Taman Lele Semarang Butuh Dana Rp 40 Miliar

Pengunjung melihat penangkaran lele di taman lele Semarang.

Semarang, 17/11 (BeritaJateng.net) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang menyebutkan pembenahan Objek Wisata Taman Lele membutuhkan anggaran setidaknya sekitar Rp40 miliar.

“Butuh Rp40 miliar untuk pengembangan Taman Lele, baik dari sisi infrastruktur, penambahan wahana, dan juga perawatan,” kata Kepala Disbudpar Kota Semarang Masdiana Safitri di Semarang.

Hal tersebut diungkapkannya di sela “Morning Tea Pegiat Wisata Kota Semarang” yang berlangsung di kawasan objek wisata yang pernah “moncer” atau berjaya di era 1990-an itu.

Menurut dia, Taman Lele sebenarnya tidak lepas dari mitos yang berkembang bahwa mereka yang bisa melihat lele tanpa daging dan hanya duri di objek wisata itu akan mendapatkan kemuliaan.

Ia pun mengakui tidak sedikit masyarakat yang mengunjungi objek wisata itu semata-mata ingin membuktikan kebenaran mitos tersebut, di samping memang untuk berwisata.

“Sayangnya, saat ini Taman Lele sepi pengunjung. Kalah pamor dibandingkan dengan Bonbin (Taman Margasatwa) Mangkang atau tempat-tempat wisata yang lainnya,” kata Masdiana.

Maka dari itu, dia mengajak seluruh pihak terkait yang peduli dengan pariwisata di Kota Semarang ke tempat itu agar ada ide atau masukan yang positif untuk pengelolaan Taman Lele.

Untuk kontribusi bagi pendapatan asli daerah (PAD), kata dia, Taman Lele pada 2015 hanya mampu menyumbang Rp600 juta, sementara untuk tahun ini hingga periode November 2016 sebesar Rp500 juta.

“Hingga November 2016 ini baru tercapai Rp500 juta yang justru sebagian besar diperoleh dari hasil penjualan (penyewaan, red.) kamar-kamar wisata di objek wisata itu,” katanya.

Diharapkan, kata dia, sudah ada progres positif terhadap pembenahan objek wisata itu pada tahun depan yang akan dimulai dengan penyusunan DED (detail engineering design).

“Cerita atau mitos tentang lele tanpa daging yang hanya memiliki duri dan kepala itu tentunya bisa menjadi strategi bisnis yang efektif. Tentu, setelah sarana dan prasarananya diperbaiki,” katanya.

Senada dengan itu, Koordinator Pegiat Wisata Benk Mintosih mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memberikan sumbangan ide atau pemikiran untuk pengembangan seluruh objek wisata di Semarang.

“Terbuka juga ruang untuk berdiskusi, serta mengajak seluruh elemen untuk ‘guyub’ dalam memberikan ‘support’ terhadap Kota Semarang,” kata General Manager (GM) Hotel Star Semarang itu. (Bj/ant)