Home Headline Belajar Pentingnya Pendidikan Karakter di Gubug Pintar Purbalingga

Belajar Pentingnya Pendidikan Karakter di Gubug Pintar Purbalingga

Belajar Pentingnya Pendidikan Karakter di Gubug Pintar Purbalingga
       Purbalingga, 25/2 (BeritaJateng.net)  – Wakil Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) mendapatkan sambutan meriah dari anak-anak yang mengikuti kegiatan Gubug Pintar. Semangat dan antusiasme peserta Gubug Pintar membuat Tiwi memberikan banyak hadiah kepada peserta Gubug Pintar.
        Sebelum membagikan hadiah kepada peserta Gubug Pintar, Tiwi memberikan motivasi kepada para peserta tentang bagaimana mengejar impian. Selain memberikan materi, Tiwi juga berdialog dengan peserta mengenai cita-cita dan profesi yang diinginkan peserta.
        “Tadi kan sudah dapat materi dari kakak-kakak tentang profesi. Sekarang ibu mau tanya, cita-citanya mba mau jadi apa? Tanya Tiwi kepada salah satu peserta perempuan dari SD Negeri 1 Wirasaba saat memberikan materi di Gubuk Pintar di Balai Desa Wirasaba, Kecamatan Bukateja, Minggu (25/2).
         Di sela-sela materi, peserta gubug pintar menunjukan keaktifan dan antusiasnya saat ditanya langsung oleh Tiwi. Melihat semangat peserta, Tiwi pun mengajukan berbagai pertanyaan untuk memacu keberanian peserta menjawab pertanyaan yang diajukan dan dilanjutkan dengan memberikan hadiah yang sudah disiapkan.
        “Siapa yang tahu tokoh yang ada di gambar ini? Yang bisa jawab, ibu akan kasih hadiah,” sambil menunjuk salah satu peserta yang mengacungkan tangan.
         Lebih lanjut dikatakan Ketua Pelaksana Gubug Pintar, Pipit Afrilia Nur Wahidah (Pipit), Gubug Pintar merupakan salah satu wujud nyata para pemuda Purbalingga guna mencerdaskan anak-anak desa dan memberikan pendidikan karakter sejak usia dini. Gubug pintar juga memperkenalkan mengenai macam-macam profesi sehingga peserta termotivasi untuk meraih cita-cita yang diinginkan.
       “Di acara gubug pintar ini, kami kenalkan profesi kepada anak-anak seperti profesi di bidang pendidikan, aparatur, kesehatan, atlet dan entertainment,” jelas Pipit.
         Menurutnya, Gubug pintar menjadi wadah untuk memberikan edukasi kepada anak-anak dalam bentuk kesederhanaan. Melalui kegiatan pendidikan inilah para pemuda yang tergabung dalam Badan Penggerak Pemuda Daerah (BPPD) Purbalingga dan relawan gubug pintar tergugah untuk andil mengambil peran.
       “Selain untuk memotivasi anak-anak agar memiliki cita-cita yang tinggi, kami juga ingin menggerakan pemuda-pemuda daerah untuk ikut berkontribusi,” ungkap Pipit.
         Ia menjelaskan kegiatan gubug pintar ini tersebar di beberapa desa di Purbalingga khususnya daerah-daerah yang akses pendidikannya masih dinilai kurang. Saat ini, lanjutnya BPPD telah melaksanakan program gubug pintar yang ke delapan, program ini juga digelar rutin setiap tahunnya. “Tahun ini memasuki tahun ke 8 program gubug pintar dan tempatnya kami memilih di Wirasaba,” ujarnya.
         Peserta gubug pintar ke 8 berasal dari siswa SD Negeri 1 Wirasaba sebanyak 70 orang dan 40 orang dari MI Maarfi NU Wirasaba. Peserta yang mengikuti program gubug pintar mencakup siswa kelas 4-6 SD.
         Gubug pintar selanjutnya akan diselenggarakan di Kecamatan Kalimanah atau daerah lain sesuai dengan rekomendasi relawan gubug pintar. Selain lokasi gubug pintar, relawan gubug pintar juga mempertimbangkan pemuda daerah yang akan menjadi lokasi gubug pintar.
         “Daerah gubug pintar selanjutnya, recananya kami akan mengadakan di Kalimanah atau lokasi lain berdasarkan rekomendasi atau permintaan dari relawan gubug pintar,” terang Pipit.
         Dalam program gubug pintar di Wirasaba, peserta diajak berkeliling pos yang terbagi ke dalam pos pendidikan, aparatur, atlet, kesehatan, dan entertainment. Peserta dibagi ke dalam 10 kelompok, masing-masing kelompok diwajibkan untuk unjuk kebolehan di pos entertainment. Terakhir, peserta menuliskan cita-cita yang diinginkan di dalam kertas yang disediakan panitia dan ditempelkan ke balon untuk kemudian diterbangkan. (yit/El)