Home Hiburan Belajar Budidaya Anggrek di Dusun Sodong

Belajar Budidaya Anggrek di Dusun Sodong

1786

Semarang, 5/1 (BeritaJateng.net) – Dusun Sodong merupakan bekas project “agro sodong” yang sangat tersohor di tahun 1990-an, namun karena krisis ekonomi tahun 1998, kegiatan wisata ini pun tenggelam. Tidak ada lagi pemberdayaan oleh Pemerintah.

Sadar terhadap potensi yang ada, karang taruna setempat didukung tim penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) mencoba membuat branding dusun agar bisa mendatangkang wisatawan. Berikut penuturan Angga Jati Widiatama, selaku ketua kelompok sadar wisata Kampung Anggrek Semarang saat diwawancarai di Desa Wisata Kampung Anggrek, Selasa (5/1).

Angga menjelaskan, dipilih branding ‘kampung anggrek’ karena telah tumbuhnya citra di masyarakat bahwa dusun Sodong identik dengan anggreknya.

“Tanaman anggrek di Sodong awalnya dibudidayakan oleh seorang pengusaha anggrek asal Yogyakarta yang memiliki gerai di Semarang. Jenis anggreknya hanya terbatas pada jenis anggrek tanah (vanda douglas) namun seiring berjalannya waktu karang taruna dusun Sodong mencoba mengembangkan berbagai jenis anggrek dan bekerjasama dengan laboratorium kultur jaringan anggrek di Semarang,” papar Angga.

Kegiatan perintisan ini dilakukan sejak tahun 2013, lanjut Angga dan terus berjalan hingga sekarang.

Setiap tahun setidaknya dilakukan empat kali kegiatan pelatihan budidaya anggrek untuk ibu-ibu PKK, karang taruna dan umum, dengan pemateri dari penganggrek senior Semarang yang tergabung dalam kelompok tani anggrek “multiflora”.

“Saat ini tercatat ada sekitar 20 orang petani anggrek dengan 7 ‘green house’ yang tersebar di dusun Sodong,” imbuh Angga.

Angga menyebutkan, jenis anggrek yang ada di dusun Sodong diantaranya, Den. Lasianthera (Siah Koko/Fuchs Blue Twist x Burana Twist), Den Salaya Orange ‘red’, Den Airy Beauty, dan Den. Woonleng x Itako.

“Kampung Anggrek dibentuk dengan tujuan mencapai visi Desa Wisata edukasi kampung Anggrek 2020. Dengan harapan mampu menjadi lokasi pembelajaran budidaya anggrek dan sentra budidaya serta pemasaran anggrek,” pungkas Angga. (BJT01)