Home DPRD Kota Semarang Begini Penampakan Gedung Futsal Berstandar Internasional di GOR Manunggal Jati

Begini Penampakan Gedung Futsal Berstandar Internasional di GOR Manunggal Jati

942
Komisi D DPRD Kota Semarang saat meninjau Gedung Futsal Berstandar Internasional di GOR Manunggal Jati.

Semarang, 2/3 (BeritaJateng.net) – Gedung futsal berstandar Internasional di area GOR Manunggal Jati, Kecamatan Pedurungan Kota Semarang bisa dinikmati masyarakat mulai April 2019.

Kabid Pembinaan Olahraga Prestasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang, Nur Syamsi mengatakan, gedung futsal dibangun dalam dua tahap sejak tahun 2017.

Kini pembangunan telah selesai dan nantinya dapat digunakan oleh masyarakat.

“Katanya mau dipakai untuk gedung logistik pemilu jadi kemungkinan setelah pemilu bisa digunakan untuk umum,” terang Nur Syamsi.

Terkait harga sewa lapangan, bebernya, Dispora mematok harga Rp 80.000 per jam untuk pagi hari dan siang hari.

Sementara pada malam hari, lapangan dapat disewa Rp 120.000 per jam.

Dikatakannya, gedung futsal tersebut berukuran standar internasional yakni 15 x 30 meter.

Sehingga, diharapkan tidak hanya untuk permainan saja tetapi bisa untuk berkompetisi bagi para atlet futsal Kota Semarang.

Dibangunnya gedung futsal bertaraf internasional, katanya, merupakan bentuk kepedulian Pemkot Semarang terhadap fasilitas olahraga.

Dengan begitu, masyarakat Kota Semarang dapat mengembangkan bakatnya melalui fasilitas yang tersedia.

Dia mengakui, gedung futsal ini memang masih perlu penambahan fasilitas.

Dispora pun berencana akan menganggarkan dana untuk melengkapi fasilitas di gedung futsal tersebut. Terkait jumlah anggarannya, dia belum bisa memastikan.

“Saya kira nanti perlu tambahan misalnya kursi penonton ataupun fasilitas lain seperti yang ada di Gor Tri Lomba Juang. Gedung ini bisa memuat sekitar 500 penonton,” ujarnya.

Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Laser Narindro mendorong Dispora Kota Semarang untuk melengkapi fasilitas di gedung futsal baru tersebut.

“Saya lihat di sana masih kurang bangku penonton, sisi-sisi lapangan juga perlu perapian, serta penerangan perlu diperhatikan,” ujarnya.

Dia mengakui, gedung futsal ini memang masih perlu penambahan fasilitas.

Dispora pun berencana akan menganggarkan dana untuk melengkapi fasilitas di gedung futsal tersebut. Terkait jumlah anggarannya, dia belum bisa memastikan.

“Saya kira nanti perlu tambahan misalnya kursi penonton ataupun fasilitas lain seperti yang ada di Gor Tri Lomba Juang. Gedung ini bisa memuat sekitar 500 penonton,” ujarnya.

Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Laser Narindro mendorong Dispora Kota Semarang untuk melengkapi fasilitas di gedung futsal baru tersebut.

“Saya lihat di sana masih kurang bangku penonton, sisi-sisi lapangan juga perlu perapian, serta penerangan perlu diperhatikan,” ujarnya.

Dengan fasilitas yang memadai, harapannya, gedung futsal bertaraf internasional itu dapat mengundang animo atlet futsal dari berbagai daerah untuk berkompetisi di Kota Semarang.

Selain dimanfaatkan oleh para atlet, Laser juga berharap masyarakat bisa menggunakan fasilitas tersebut agar mereka bisa hidup sehat dan berprestasi.

Menurutnya, harga Rp 80.000 pada pagi dan siang hari serta Rp 120.000 pada malam hari termasuk dalam kategori terjangkau.

Diharapkan, Dispora tidak mematok harga yang tinggi sehingga berbagai kalangan masyarakat bisa memanfaatkannya.

“Karena ini milik Pemkot kalau bisa memang harus bisa dijangkau harganya. Dengan harga segitu saya kira tergolong murah dibanding dengan Jakarta yang mana per jamnya bisa Rp 150 ribu hingga 300 ribu,” katanya. (El)