Home Headline Begini Kronologis Penangkapan Pembunuh Ibu Muda di Ngaliyan Semarang

Begini Kronologis Penangkapan Pembunuh Ibu Muda di Ngaliyan Semarang

Pelaku pembunuhan ditembak dibagian kaki karena berusaha kabur saat dibekuk.
         Semarang, 6/3 (BeritaJateng.net) – Dua pelaku pembunuhan terhadap Meta Novita Handayani (38), Warga Bukit Deliama,  Ngaliyan Kota Semarang, selama dua hari pelariannya sempat berpindah pindah tempat.
        Bahkan keduanya juga bersembunyi di areal tambak kawasan Mangunharjo, Kota Semarang, rela tidak makan selama satu hari untuk menghindari kejaran Polisi.
         Dua pelaku merupakan pasangan kekasih yakni Rifai (23), warga Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Semarang dan YA alias L (16), yang tercatat sebagai penduduk Dusun Krajan, Desa Bebengan, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal.
       L sebelumnya sempat bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah korban Meta Novita Handayani
         “Selama dua hari pelarian keduanya hanya muter-muter karena bingung. Kemudian dua tersangka menuju ke Banyumanik rumah saudara Rifai,” ungkap  Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji,  Senin (5/3).
        Sementara itu, tersangka Rifai menceritakan usai membunuh korban bersama kekasihnya L, bergegas kabur meninggalkan lokasi kejadian di Perumahan Permata Puri Bukit Delima B 9 Nomor 17 RT 3/8 Kelurahan Bringin Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang.
         “Setelah membunuh itu saya mengembalikan sepeda motor pulang ke rumah mbah. Sepeda motor itu milik om saya. Sementara orangtua saya tinggal di Mangkang. Setelah itu kami sembunyi di Tambak Garut (Kendal) satu hari satu malam. Enggak makan sama sekali. Kemudian kami pulang lagi ke rumah, setelah makan pergi lagi naik perahu ke gubuk, tapi yang ke arah laut,” ujarnya.
        Dia melanjutkan, pelariannya bersama sang kekasih seolah tak berujung. Mereka kemudian memutuskan kembali ke Semarang di sekitar kawasan Stasiun Poncol. Di lokasi itu, timbul ide untuk menuju rumah saudara Rifai yang berada di Temugiring, Banyumanik.
          “Setelah dari tambak kemudian naik perahu turun di Kali Banjir Kanal terus ke Krobokan. Dari situ menuju Brangsong Kendal, terus balik ke Poncol Semarang. Kemudian naik ojek online ke Banyumanik. Di situ kan banyak ojek yang mangkal, jadi saya pesan tanpa aplikasi. Selama pelarian itu pacar ikut terus,” terangnya.
         Kedua pelaku ditangkap di wilayah Polsek Banyumanik setelah ada laporan warga yang melihat keduanya melintas naik ojek. Dari hasil laporan tersebut Aparat Kepolisian berhasil menangkap keduanya.
         Sementara itu Rifai mengaku membunuh karena diminta L untuk mengerjai mantan majikannya itu. Awalnya ia mengajak seorang teman, tapi temannya tidak mau dan akhirnya hanya meminjam motor. Keduanya lantas mendatangi rumah korban untuk bermaksud mengerjai korban. Korban Meta tewas setelah mendapatkan 4 tusukan oleh pelaku Rifai. (Nh/El)