Home Headline Begini Cara Pertamina Atasi Pencemaran Minyak Mentah di Persawahan Blora

Begini Cara Pertamina Atasi Pencemaran Minyak Mentah di Persawahan Blora

BLORA, 16/4 (Beritajateng.net) – PT Pertamina Subholding Upstream Regional 4, Cepu Field, terus berupaya melakukan penanganan terhadap lahan sawah yang tercemar akibat bocornya pipa minyak mentah yang terjadi pada Senin (12/4) lalu.

Sejumlah warga desa Sambong, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang lahanya tercemar limbah minyak mentah dikumpulkan di Balai Desa Sambong Jumat (16/4) Siang.

Ada enam warga yang lahanya terdampak hadir dalam pertemuan itu. Dengan dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) Sambong, perwakilan dari Pertamina Asset 4 Cepu Field, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta tokoh masyarakat dan Kepala Desa Sambong mengadakan mediasi.

“Lahan saya 0,8 hektar, saya minta pipa yang bocor segera diganti baru, jangan sampai bocor lagi. Saya juga minta ganti rugi dan lahan saya agar bisa pulih kembali, bisa subur lagi seperti dulu,” ucap Ruhono (72) slah satu warga Desa Sambong yang lahanya tercemar (Jumat, 16/4).

Menurutnya, peristiwa ini sudah dua kali terjadi, yakni di 2019 lalu. Ia berharap pipa itu diganti baru agar tidak terjadi kebocoron lagi.

Saat ini Pertamina melalui Health Safety Security Environment (HSSE) sedang melakukan perbaikan lahan sawah yang tercemar sejak Senin hingga sekarang.

“Tindakan kami secara teknik, kita kumpulkan minyak yang masih ada, kita recover, untuk pemulihan lahan,” jelas Astika staf HSSE Pertamina kepada media.

Ditambahkan Astika, pihaknya juga menggadeng Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora.

Andrian, Staf Legal Pertamina mengatakan, pihaknya berkomitmen memberi ganti untung kepada enam warga yang lahannya tercemar. Besarannya sesuai perhitungan dari Dinas Pertanian sebagai dasar untuk ganti untung.

“Kita sudah komitmen untuk memberikan ganti untung kepada 6 warga yang lahanya terdampak. Perhitungan besaranya berdasarkan dari Dinas Pertanian, “tuturnya. (Her/El)