Home Headline Begal Pengemudi Ojek Online Residivis 5 Kali Bui di Tembak

Begal Pengemudi Ojek Online Residivis 5 Kali Bui di Tembak

Begal Pengemudi Ojek Online Residivis 5 Kali Bui di Tembak
Begal Pengemudi Ojek Online Residivis 5 Kali Bui di Tembak

Semarang, 29/3 (BeritaJateng.net) –  Aparat Polsek Gajah Mungkur, Polrestabes Semarang berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan terhadap Bambang, 23, warga Sumberejo Kecamatan Kaliwungu Kendal, seorang pengemudi ojek online.

Tersangka bernama Abdul alias A, 20, warga Gunungsari Jomblang Candisari ditangkap petugas Polsek Gajahmungkur, disaat digerebeg dirumahnya pada Senin (25/3), siang.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Menoreh Kelurahan Sampangan Gajahmungkur, Senin (25/3) sekitar pukul 02.15. Korban yang saat itu sedang duduk disebuah warung nasi kucing dekat Sate Kambing Pak Widodo, Sampangan, menunggu orderan.

Korban yang sendirian dihampiri pelaku Abdul dan rekannya bernama AR alias M, berboncengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio tanpa plat nomor. Seketika itu, salah satu pelaku yang turun langsung mencabut sebilah celurit dari balik bajunya dan mengancam korban.

“Korban diancam menggunakan arit, dikalungkan dilehernya (korban). Korban diancam akan dibunuh kalau berteriak,” ungkap Kapolsek Gajahmungkur, Rochana Sulistyoningrum, saat dikantornya.

Merasa nyawanya terancam, korban akhirnya hanya pasrah saat pelaku mengambil paksa handphone dan kunci sepeda motor Honda Beat. Setelah berhasil menguasai harta benda milik korban, para pelaku kemudian kabur menuju arah Gunungpati.

“Korban ketakutan dan disuruh untuk tiarap, handphone diambil, setelah itu motornya dibawa kabur para pelaku,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut korban selanjutnya mendatangi Mapolsek Gajahmungkur melaporkan kejadian yang dialaminya tersebut. Setelah mendapat keterangan ciri-ciri pelakunya, petugas akhirnya berhasil menangkap tersangka Abdul di rumhanya.

“Pengungkapan tidak lebih dari 10 jam, berhasil mengamankan tersangka dan barang bukti hasil kejahatan, sepeda motor milik korban, handphone dan senjata tajam yang digunakan pelaku untuk mengancam korban saat melakukan kejajatan pencurian dengan kekerasan,” terangnya.

Bahkan, petugas juga terpaksa mengambil tindakan tegas mengeluarkan tembakan mengarah pada kaki pelaku lantaran berusaha melawan untuk kabur saat akan digelandang menunjukan barang bukti. Hasil pemeriksaan, pelaku diketahui seorang resedivis kasus sama.

“Iya, pelaku resedivis, ini sudah yang kelima kalinya melakukan penjambretan,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan polisi tersangka sudah 5 kali mendekam di sel tahanan dalam kasus pencurian. Sementara, tersangka Abdul, mengakui baru keluar dari penjara 17 April 2019 atas kasus penjambretan. Bahkan, perbuatan ini telah dilakukan sudah yang kelima kalinya.

“Di Semarang Selatan, dua kali. Banyumanik, Tembalang. Ini yang kelima (Gajahmungkur), saya yang ngambil,” ujar Abdul.

Ia juga mengakui, melakukan kejahatan ini sudah lama, sejak tahun 2011 silam. Sedangkan hasilnya untuk bersenang-senang. Abdul berdalih, motor hasil curian tersebut akan dipakai sendiri untuk keperluan sehari-hari.

“Pertama diajak teman, saya disuruh diatas kendaraan. Tahu-tahu, teman saya lari dikejar orang tertangkap, kemudian saya ikut ditangkap,” imbuhnya.

Saat ini tersangka Abdul masih mendekam di Mapolsek Gajahmungkur untuk dilakukan proses hukum selanjutnya. Akibat perbuatanya, tersangka dijerat pasal 365 KUHPidana ayat (2) ancaman hukuman 12 tahun kurungan penjara. Saat ini petugas juga tengah memburu AR alias M. (Nh/El)