Home Lintas Jateng Bawaslu Gandeng Kepolisian Telusuri Aksi Bu Habibah Dukung Prabowo-Sandi yang Viral Di...

Bawaslu Gandeng Kepolisian Telusuri Aksi Bu Habibah Dukung Prabowo-Sandi yang Viral Di Sosmed 

18078
        Semarang, 22/12 (BeritaJateng.net) – Ketua Badan Pengawa Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang, Muhammad Amin menyatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan polisi dalam hal ini Polrestabes Semarang, terkait aksi Ibu Habibah, istri salah satu dokter spesialis saraf dr Amanullah di Kota Semarang mendukung capres nomor urut 2 Prabowo-Sandi di pinggir Jalan Dr Soetomo, Kota Semarang.
        Aksi itu dilakukan oleh Ibu Habibah, yang dalam sosmed disebutkan usai Ibu Habibah memasang Alat Peraga Kampanya (APK)  berupa spanduk Capres Prabowo-Sandi di copot paksa oleh Satpol PP di rumahnya dan dalam informasi sosial media yang diunggah bernama Ferry ini Ibu Habibah telah melaporkanya ke KPU dan Bawaslu Kota Semarang tidak mendapat tanggapan.
         “Dari divisi hukum kasusnya kami pelajari, kalau menyangkut kelembagaan kami sikapi dengan kelembagaan. Kami masih kajian, apakah perlu proses investigasi selanjutnya yang akan kami lakukan. Kalau terbukti hoaxs, kami akan konfirmasikan ke Bareskrim dan Bawaslu pusat sebagai atasan kami. Sejauh ini sudah, hanya konfirmasi non formal ke pihak kepolisian, kami sudah konfirmasi ke Polrestabes Semarang,” tegas Muhammad Amin.
         Amin membantah informasi yang menyebutkan jika  dalam informasi yang diunggah oleh seorang akun bernama Ferry itu jika Ibu Habibah telah melaporkan aksi pencopotan APK  kepada Bawaslu dan KPU Kota Semarang.
         “Selama operasi kemarin ditingkat kota dari konfirm tim Semarang Selatan tidak ada yang mencopot APK (Spanduk Prabowo-Sandi) itu. Ibu (Habibah) itu juga nggak pernah melaporkan di Bawaslu Kota Semarang. Tidak tahu ini, malah menyangkut-nyangkut nama Wali Kota dan Satpol PP segala,” tegas Amin.
         Untuk menelusuri kasus tersebut,  Amin menyatakan Bawaslu Kota Semarang akan mengkajinya terlebih dahulu, apakah kasus itu bisa digolongkan ke dalam kategori informasi yang hoaxs. Apalagi, dalam informasi di sosial media akun Ferry itu menyebut Ibu Habibah telah melaporkan ke Bawaslu dan KPU Kota Semarang. Namun, setelah pihaknya mengecek, tidak ada laporannya di Bawaslu Kota Semarang.
        “Langkah kami diam dulu baru penelusuran bener gak? Siapa yang melaporkan? Beliau (akun Ferry di Sosmed) menyebut Bawaslu Kota Semarang, kalau ada kan pasti tertulis atau sms. Kami kaji-kaji dulu,  apakah itu hoaxs atau apa. Secara kelembagaan di kami setelah kami konfirmasi tidak ada laporan,” tandas Amin.
         Amin menambahkan, senada dengan KPU Kota Semarang, sesuai mekanisme dan aturan yang ada, pencopotan APK tidak dapat dilakukan secara sporadis maupun dilakukan sembarangan tanpa ada koordinasi antar lembaganya dengan lembaga serta instansi terkait seperti KPU Kota Semarang dan Satpol PP Kota Semarang. Termasuk ke parpol yang mendukung paslon bersangkutan.
         “Bahwa pencopotan alat APK , kemarin melakukan itu dititik yang melanggar Perwali Nomor 65/ Tahun 2018. Kalau itu dilakukan itu ada mekanismenya, kami identifikasi dulu kemudian kami melakukan rekomendasi terhadap pelanggaran Perwali kemudian KPU menyurati 1X24 jam ke parpol, tim kampanye,” pungkas Amin. (El)