Home Hukum dan Kriminal Bawa Senjata Tajam, Sulis Diamankan Aparat Polsek Gayamsari

Bawa Senjata Tajam, Sulis Diamankan Aparat Polsek Gayamsari

IMG_20150723_150543

Semarang, 23/7 (BeritaJateng.net) – Sulis Setiyono (19) warga jalan Durian I No.30-B, RT 04/01Kelurahan Lamper Kidul, Kota Semarang diamankan aparat Polsek Gayamsari Semarang lantaran kedapatan membawa senjata tajam di jalan Sidodadi Raya Semarang, Rabu (22/7) dini hari.

Kejadian bermula ketika Sulis (Tersangka) bersama beberapa temannya melihat balapan motor di jalan Dr. Cipto Semarang. Saat itu Sulis didatangi oleh beberapa orang yang sama-sama sedang melihat balapan motor. Karena kelompok Sulis jumlahnya lebih sedikit, sehingga Sulis kemudian pulang ke rumahnya untuk mengambil senjata tajam berupa parang.

Lalu, Sulis dan temannya bernama Ramadan Isa kembali ke tempat sebelumnya, karena sudah sepi Sulis dan temannya kemudian mencari ke tempat lain.

Saat melewati kediaman Rumah Dinas Kapolrestabes Semarang, Jalan Sidodadi Raya, Tersangka Sulis dan temannya kemudian diamankan Aparat Polsek Gayamasari yang saat itu sedang berpatroli.

“Saya dengan beberapa teman saat lihat balap motor di jalan Dr. Cipto dipukul sama orang lalu saya pulang untuk ambil parang,” ujar Sulis ketika ditanya sejumlah wartawan, Kamis (23/7).

Sementara itu, Kapolsek Gayamsari Kompol Dili Yanto mengatakan sebelum tertangkap, Tersangka dengan beberapa temannya sempat ribut dengan sebuah kelompok geng motor di jalan Dr. Cipto.

“Tersangka ini dengan beberapa rekan mereka pada malam tertangkap berkumpul di jalan Dr. Cipto. Kemudian bertemu dengan kelompok geng motor lain, tersangka lalu dipukul. Tak berselang lama tersangka pulang mengambil senjata tajam untuk mencari kelompok geng motor yang memukul tersangka tadi. Kemudian belum sempat bertemu, tersangka sudah ditangkap anggota Polsek Gayamsari Semarang,” kata Kapolsek.

Lanjut Kapolsek mengatakan Tersangka akan dikenakan Pasal 2 Ayat 1 Undang-undang Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang senjata tajam tanpa dilengkapi dengan surat ijin dan tersangka akan diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. (Mg-2)