Home News Update Batu Akik Termasuk Kekayaan Yang Wajib Dilaporkan

Batu Akik Termasuk Kekayaan Yang Wajib Dilaporkan

image

Semarang, 13/4 (BeritaJateng.net) – KPK memasukkan batu akik dalam daftar kekayaan pejabat penyelengara negara yang wajib dilaporkan dalam LHKPN, pernyataan ini sampaikan saat salah satu petugas KPK melakukan pendampingan LHKPN di Balikota dan DPRD kota Semarang, Senin (13/4) siang.

Booming batu akik di Indonesia ternyata berdampak sangat luas di tatanan masyarakat negeri ini, banyaknya pejabat penyelenggara negara di Indonesia yang juga mengoleksi batu akik, menjadikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut mewajibkan para pejabat melaporkannya ke Laporan Harta Kekayaan Penyelengara Negara (LHKPN).

Deputi Divisi Pencegahan Direktorat LHKPN KPK, Harun Hidayat mengatakan, tren batu akik yang sekarang sangat booming membuat harga batu ini setara dengan batu mulia. Secara otomatis hal ini bisa di anggap harta yang wajib dilaporkan ke KPK.

KPK juga tidak mengategorikan batu akik yang wajib dilaporkan, batu akik yang tidak memiliki sertifikat maupun yang tidak bersertifikat memiliki kategori sama yaitu perhiasan dan KPK tidak memerlukan dokumen pendukungnya.“Kategori harta kekayaan yang wajib dilaporkan selain data pribadi dan keluarga yakni harta kekayaan berupa harta bergerak dan harta tidak bergerak seperti tanah bangunan, tabungan uang tunai setara kas lainnya, utang piutang, alat transportasi, emas dan batu mulia,” ujarnya.

Menurutnya, batu akik termasuk harta bergerak lainnya yakni batu mulia, termasuk perhiasan selain emas, jadi karena nilainya cukup tinggi maka harus dilaporkan.“Batu akik yang dilaporkan tidak harus bersertifikat, kalaupun bersertifikat, tidak harus dilampirkan dokumen pendukungnya, kalau dilampirkan ya lebih bagus,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPRD kota Semarang, Sovan Haslin Pradana yang juga penghobi sekaligus kolektor batu akik menyatakan sependapat jika anggota dewan melaporkan harta kekayaannya sekecil apapun termasuk batu akik.“Apalagi batu akik saat ini bukan termasuk benda yang biasa namun benda yang berharga, nilai jualnya saat ini bisa dibilang sangat fantastis, dari ratusan ribu bahkan bisa mencapai miliaran rupiah sehingga saya setuju apabila batu akik menjadi salah satu harta yang wajib dilaporkan ke KPK,” ungkapnya.

Hingga saat ini Sovan mengaku sudah mengoleksi sekitar 105 batu akik yang sudah dibuat cincin, koleksi tersebut ada yang harganya 500 ribu sampai 30 juta rupiah.Meski Sovan sependapat jika batu akik wajib dilaporkan ke KPK, namun mekanisme pelaporannya diakui bukan berarti tanpa kendala. Sovan mengaku kendala yang dia hadapi saat ini adalah adanya sebagian batu akik yang dikoleksi pejabat yang belum bersertifikat.

“Batu akik  tidak semua bersertifikat, tidak semua batu akik ada notanya, nah ini yang jadi kendala bagaiman menentukan nominal di pelaporan, kita beli berapa kan tidak ada tanda bukti yang pas,” paparnya.

Batu akik bukan emas yang dijual bergram-gram, lanjutnya, dan juga bukan berlian yang dijual pasti berkarat-karat. Sovan mencontohkan jenis batu akik bergambar yang harganya cukup fantastis dijual hingga jutaan rupiah.“Diharapkan kpk bisa memberikan petunjuk seperti apa teknis pelaporan untuk harta kekayaan berupa batu akik, supaya semuanya bisa terang benderang dan tidak ada beban dikemudian hari,” katanya. (BJ05)