Home Ekbis Batik Produk Ekstrakurikuler SMA Diminati Pasar

Batik Produk Ekstrakurikuler SMA Diminati Pasar

image
Ilustrasi

Magelang, 19/3 (Beritajateng.net) – Batik khas Kota Magelang, Jawa Tengah, yang menjadi produk kegiatan ekstrakurikuler para siswa SMA Negeri 2 Kota Magelang diserap pasar hingga Palembang, Sumatera Selatan.

“Belum lama ini kami malah mendapat pesanan dari Palembang, sekitar 100 lembar produk batik khas Magelang, hasil karya siswa yang mengikuti ekstrakurikuler membatik,” kata guru pembimbing eksrakurikuler membatik SMA Negeri 2 Kota Magelang Djarobi Rusli di Magelang, Kamis.

Ia mengatakan produk batik khas Magelang karya para siswa sekolah tersebut, sering kali diikutkan dalam berbagai kegiatan pameran sehingga semakin dikenal masyarakat.

Belum lama ini, produk batik para siswa sekolah itu juga dipamerkan dalam rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kota Magelang 2015 di Pendopo Pengabdian Rumah Dinas Wali Kota Magelang.

Berbagai motif batik khas Magelang produk mereka, antara lain bernama “Water Torn”, “Diponegoro”, daun, dan bunga-bunga.

Kegiatan ektrakurikuler membatik diselenggarakan sekolah tersebut sejak nisbi lama, namun sejak batik khas Magelang populer dan diminati masyarakat mulai sekitar 2009, jumlah peserta kegiatan tersebut semakin banyak.

Ia mengatakan saat ini sekitar 60 siswa sekolah tersebut mengikuti kegiatan ekstrakurikuler membatik dengan jadwal sepekan sekali.

“Ekskul batik sebenarnya sudah lama di sekolah ini, namun baru mulai gereget sekitar tahun 2009 saat batik corak khas Magelang mulai diminati masyarakat,” ucap Djarobi yang juga guru kesenian di sekolah tersebut.

Pengadaan berbagai perlengkapan ekstrakurikuler membatik, seperti kompor, wajan, canting, malam, dan cap, katanya, menggunakan dana swadaya sekolah.

“Biaya berasal dari swadaya sekolah. Kami juga sudah produksi untuk dijual ke pasar, hasil dari penjualan tersebut kami jadikan modal,” ujarnya.

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito menyatakan bangga atas karya para siswa peserta kegiatan ekstrakurikuler membatik di sekolah tersebut.

Ia meminta pihak sekolah meningkatkan pembinaan siswa yang mengikuti ekstrakurikuler tersebut.

“Hasilnya memang bagus dan sudah layak untuk dipasarkan. Ini harus dikembangkan lagi, agar produknya bisa bersaing di pasar,” tukasnya.(ant/BJ)