Home News Update Baru 10 Kabupaten/Kota yang Daftarkan Warga Miskinnya ke BPJS Kesehatan

Baru 10 Kabupaten/Kota yang Daftarkan Warga Miskinnya ke BPJS Kesehatan

logo_bpjs_kesehatanSemarang,27/1 (Beritajateng.net) – Sejak diberlakukannya Undang Undang No 40/2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional bulan Januari 2014 yang lalu, baru 10 Kabupaten dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang mendaftarkan warga miskinnya dalam program BPJS kesehatan.

Hal tersebut dikemukakan oleh Maya Susanti, Kepala Pemasaran dan Kepesertaan BPJS Kesehatan Divisi Regional VI Jawa Tengah/DIY. “Kami menyadari tidak mudah mendata warga miskin yang jumlahnya sangat banyak. Namun demikian ini amanat undang undang yang harus dipenuhi,” ungkapnya usai mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi E DPRD Jawa Tengah, Rabu (28/1), di Gedung Berlian Jalan Pahlawan Semarang.

Menurut Maya, secara umum masyarakat yang sudah mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan sudah cukup banyak. Sampai saat ini sudah 65 persen dari 35 juta lebih penduduk Jawa Tengah terdaftar sebagai peserta BPJS kesehatan. Diharapkan pada tahun 2019 mendatang sudah 100 persen masyarakat Jawa Tengah ikut dalam program ini.

“Bagi masyarakat miskin yang belum diikutkan dalam program BPJS, jika sakit masih bisa menggunakan kartu Jamkesmas atau Jamkesda yang sudah dimiliki,” jelasnya.

Lebih lanjut maya menjelaskan, bagi masyarakat umum diharapkan segera mendaftarkan diri dalam program BPJS ini sebelum jatuh sakit. Untuk premi yang harus dibayarkan, kelas 3 sebanyak 25.500 rupiah setiap orang setiap bulan, kelas 2 preminya sebanyak 42.500 rupiah setiap orang setiap bulan dan kelas 1 sebanyak 59.500 rupiah setiap bulan setiap orang.

Adapun 10 kabupaten/kota yang sudah mendaftarkan warga miskinnya sebagai peserta BPJS adalah Kab Klaten, Kab Boyolali, Kota Salatiga, Kab Sukoharjo, Kab Semarang, Kab Demak, Kab Tegal, Kab Jepara, Kab Grobogan dan Kota Pekalongan.(BJ013)