Home Ekbis Bapenda Semarang Bakal Terapkan e-SPTPD Mulai 1 Maret Mendatang

Bapenda Semarang Bakal Terapkan e-SPTPD Mulai 1 Maret Mendatang

Komisi B DPRD Kota Semarang melakukan sidak ke kantor pajak.
      Semarang, 26/2 (BeritaJateng.net) – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mulai menyosialisasikan terobosan baru dalam pembayaran pajak yaitu layanan pengisian surat pemberitahuan pajak daerah elektronik (e-SPTPD) bagi wajib pajak hotel, restoran, hiburan dan parkir.
      Dalam kesempatan tersebut, perwakilan wajib pajak hotel, restoran, hiburan dan parkir diminta untuk mencoba apkikasi e-SPTPD melalui 10 komputer yang disediakan. Secara bergantian, ratusan perwakilan wajib pajak mencoba melakukan pengisian laporan SPTPD pada website.
        Asisten Chief Accounting Hotel All Stay Semarang, Andre Yohanes Kristianto, menjadi satu dari ratusan perwakilan yang mencoba trial aplikasi e-SPTPD Bapenda tersebut.
        Dengan adanya sistem online tersebut, Andre merasa lebih mudah melakukan pelaporan dan pembayaran pajak perhotelan. Sebelumnya, pelaporan dan pembayaran hanya dilakukan secara manual dengan datang langsung ke kantor Bapenda.
         “Lebih memudahkan kami dalam menyampaikan laporan hotel dan pembayaran. Jadi lebih enak dan praktis. Kalau kemarin kan masih manual setor langsung ke kantor,” kata Andre usai mencoba aplikasi e-SPTPD.
         Dari aplikasinya, Andre menilai juga tidak merepotkan. Pasalnya, dirinya hanya memasukan akun dan id untuk masuk dalam sistem pelaporan. Selanjutnya, ia tinggal menuliskan okupansi hotel tiap harinya. “Jadi akhir bulan saya tinggal bayar saja pajaknya. Tidak perlu laporan lagi. Lebih efektif dan efisien waktu,” ujarnya.
         Kabid Pajak Daerah II Bapenda Kota Semarang, Agus Wuryanto menjelaskan, e-SPTPD merupakan teribosan baru Bapenda dalam memberikan pelayanan pelaporan dan pembayaran pajak. Untuk sementara, e-SPTPD hanya berlaku bagi wajib pajak hotel, restoran, hiburan dan parkir.
         Terobosan ini berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2016 tentang tata cara pemungutan pajak daerah. Dalam PP tersebut, disebutkan pelaksanaan e-SPTPD wajib bagi wajib pajak yang melakukan penghitungan sendiri (self assistmen). “Sementara ini sistem ini hanya pelaporan. Nantinya kami kembangkan sampai proses pembayaran. Nantinya 11 sektor pajak yang ada juga kami fasilitasi dengan layanan online,” kata Agus.
         Rencananya, pelaporan secara online ini akan diberlakukan mulai 1 Maret mendatang. Sehingga, nantinya wajib pajak sektor hotel, restoran, hiburan dan parkir, diharuskan untuk mengisi laporan setiap harinya. “Jika pada 1 Maret nanti mereka belum paham juga cara pengisiannya, akan kami lakukan pendampingan lagi,” paparnya.
        Munculnya e-SPTPD, lanjutnya, juga dikarenakan kondisi kantor pelayanan Bapenda Kota Semarang yang tidak representatif. Kantor Bapenda yang relatif kecil, selalu mengalami penumpukan saat wajib pajak hendak menyampaikan laporan dan pembayaran.
        “Karena itu, kami harus mengakselerasi pelayanan masyarakat. Karena kalau pengadaan gedung itu kan butuh waktu yang lama. Sehingga diharapkan sistem ini memudahkan wajib pajak dalam melakukan pelaporan,” jelasnya.
        Terkait adanya gangguan aplikasi e-SPTPD, Agus menyampaikan, relatif aman dari apapun termasuk hacker. Pasalnya, aplikasi ini menginduk pada website resmi Pemkot Semarang.
        Dengan adanya sistem online ini, diharapkan Bapenda mampu mencapai target penerimaan pendapatan daerah dari sektor pajak pada 2018 ini yang meningkat 12,5 persen dibanding 2017 lalu. “Alhamdulillah target pada 2017 lalu, semua sektor tercapai. Tapi kan setiap tahun ada kenaikan minimal 12,5 persen. Kalau tidak ada terobosan seperti ini, kami akan sulit mencapainya,” tandasnya. (El)