Home Ekbis Bapenda Kota Semarang Imbau Masyarakat Bayar PBB Sebelum Jatuh Tempo

Bapenda Kota Semarang Imbau Masyarakat Bayar PBB Sebelum Jatuh Tempo

391
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang.

SEMARANG, 13/8 (BeritaJateng.net) – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang mengimbau masyarakat membayar pajak bumi dan bangunan (PBB) sebelum jatuh tempo.

Kepala Bapenda Kota Semarang, Agus Wuryanto mengatakan, sejauh ini realisasi PBB sudah mencapai 89 persen atau sekitar Rp 371 miliar dari target sebesar Rp 416 miliar.

Menurutnya, realisasi tersebut cukup bagus. Wajib pajak di Kota Semarang telah menyadari kewajibannya dan memberikan kontribusi demi pembangunan Kota Semarang. Bagi wajib pajak yang belum membayar, pihaknya masih memberikan waktu hingga 31 Agustus mendatang.

“Ini batasan akhir pembayaran PBB. 89 persen itu potensi murni. Yang tunggakan masih banyak. Tunggakannya akan kami kejar agar pajak ini benar-benar berkeadilan,” tegas Agus.

Pihaknya telah bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang untuk melakukan penagihan bagi wajib pajak yang menunggak. Kejari akan melayangkan surat kepada wajib pajak untuk segera membayar. Rencananya, surat tersebut akan dikirim akhir Agustus ini.

Diakuinya, tunggakan PBB memang cukup besar yakni kisaran Rp 600 miliar. Tahun ini, Pemkot dan Kejari baru akan menagih sekitar Rp 166 miliar. Sisanya akan dilakukan secara bertahap.

“Yang nunggak-nunggak ini kurang patuh. Kami melimpahkan ke kejaksaan sebagai pengacara negara untuk menagih tunggakan yang nilainya diatas Rp 10 juta, sedangkan Bapenda akan menagih yang tunggakan kecil,” tetang Agus.

Agus melanjutkan, di tengah kondisi pandemi pihaknua tidak menerapkan denda bagi wajib pajak yang belum dapat membayar hingga jatuh tempo. Hal ini guna meringankan beban masyarakat. Namun, dia berharap, masyarakat tetap dapat membayar pajak sebelum jatuh tempo. Pasalnya, wajib pajak yang membayar snelum jatuh tempo akan diikutsertakan dalam undian pembayaraan PBB. Hanya saja, jenis hadiah tentu berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena anggaran terbatas.

“Hadiahnya tidak seperti dulu karena keuanggan Pemkot tahun ini tidak besar. Terkait hadiahnya, kami akan minta persetujuan dewan dulu. Kalau dewan menyetujui, kami laksanakan,” jelasnya.

Berbagai upaya tentu dilakukan Pemkot Semarang untuk mendongkrak pendapatan asli daerah si tengah pandemi ini. Selain membebaskan denda PBB, hingga saat ini Bapenda juga memberikan diskon terhadap Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar 10 persen hingga Agustus ini. Pajak hotel dan hiburan juga diberi keringanan.

Stimulus-stimulus tersebut langsung otomatis terpotong oleh sistem tanpa harus melakukan pengajuan.

“Kami beri keringanan pajak hotel dan hiburan hingga Desember secara berjenjang yaitu Agustus keringanan 15 persen, September-Oktober 10 persen, dam November-Desember 5 persen,” urainya. (El)