Home Ekbis Banyumas Targetkan Produksi Gurami 4.000 Ton

Banyumas Targetkan Produksi Gurami 4.000 Ton

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Purwokerto, 25/2 (BeritaJateng.net) – Dinas Peternakan dan Perikanan (Dinnakkan) Banyumas, Jawa Tengah, menargetkan produksi ikan gurami di kabupaten itu pada tahun 2015 mencapai 4.000 ton.

“Target ini khusus untuk gurami yang dikembangkan di kawasan minapolitan,” kata Kepala Dinnakkan Banyumas Sugiyatno di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu.

Dalam hal ini, kata dia, kawasan minapolitan Kabupaten Banyumas tersebar di 10 kecamatan Kedungbanteng, Kembaran, Kemrajen, Baturraden, Sumbang, Ajibarang, Cilongok, Sokaraja, Karanglewas, dan Sumpiuh atau yang dikenal dengan sebutan “Kebang Cirawas”.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa dalam rangka untuk mencapai target tersebut, pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas.

“Kami terus menambah luas kolam dan sarana-prasarana yang lain untuk menunjang kolam itu di antaranya saluran air dan sarana menuju kolam. Kalau kolam diperluas, kita upayakan isi kolamnya diperbanyak sehingga dapat meningkatkan produksi,” katanya.

Selain minapolitan dengan produk unggulan gurami, kata dia, pihaknya pada tahun 2015 juga mengembangkan budi daya ikan nila dan lele.

Bahkan, lanjut dia, permintaan dari masyarakat terhadap ikan nila dan lele cukup bagus.

“Oleh karena itu, kami akan bekerja sama dengan swasta dan petani, seperti intiplasma, untuk mengembangkan budi daya ikan nila. Kami harapkan pertengahan tahun ini, produksi nila cukup tajam,” katanya.

Menurut dia, budi daya nila akan dikembangkan di Kecamatan Sumpiuh, Kemranjen, Banyumas, dan Somagede sedangkan benihnya berasal dari Balai Benih Ikan.

Sementara untuk budi daya lele, kata dia, akan dikembangkan di Kecamatan Cilongok dan Ajibarang.

Ia mengatakan bahwa hingga saat ini, permintaan benih lele dari luar Kabupaten Banyumas cukup besar.

“Kelompok pembudidaya ikan di Banyumas sudah mengirim benih lele ke beberapa wilayah di pantura. Beberapa waktu lalu, kami bantu kelompok pembudidaya ikan untuk pengadaan induk lele agar menghasilkan benih dan saat ini, benihnya sudah banyak keluar,” katanya.

Data yang dihimpun, sentra pengembangan perikanan budi daya di Kabupaten Banyumas terdiri atas empat kawasan, yakni kawasan pembenihan yang berpusat di Kecamatan Kedungbanteng dengan wilayah penyangga di Kecamatan Karanglewas dan Baturraden, kawasan pembesaran berpusat di Kecamatan Kembaran dengan wilayah penyangga di Kecamatan Sumbang, Sokaraja, dan Kemranjen.

Selain itu, kawasan pengolahan berpusat di Kecamatan Sumpiuh dengan sentra pengembangan di Kecamatan Kemranjen, serta kawasan pemasaran dipusatkan di Kecamatan Ajibarang dengan wilayah pengembangan Kecamatan Cilongok. (ant/BJ)