Home Lintas Jateng Banyak Sampah Non Organik, Yuk Resik-resik Sampah Di Gunung Lawu

Banyak Sampah Non Organik, Yuk Resik-resik Sampah Di Gunung Lawu

Resik-resik Gunung Lawu
Resik-resik Gunung Lawu
Resik-resik Gunung Lawu


Karanganyar, 27/5 (BeritaJateng.net) – Gunung Lawu masih menjadi primadona bagi para pendaki untuk menghabiskan waktu luang untuk menikmati keindahan lingkungan Lawu yang masih menyimpan misteri yang tidak ada habisnya.

Sayang keindahan gunung Lawu tercoreng dengan rendahnya kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan alam yang sangat rendah.  Terbukti banyak ditemukan sampah berserakan di sepanjang jalur pendakian.

Meski sudah mendapat peringatan  sebelum pendakian, di posko pendaftaran Cemoro Kandang mereka sudah mendapat arahan agar membawa kembali sampah mereka turun ke bawah. Jangan sampai meninggalkan sampah. Setidaknya membawa sampah miliknya sendiri.

Sayangnya peringatan tersebut banyak yang diabaikan oleh para pendaki, sehingga masih saja mereka meninggalkan banyak sampah di lokasi jalur pendakian.

Rifan salah satu pecinta alam  yang juga anggota dari Rescue Karanganyar Emergency mengaku kecewa dengan banyaknya sampah sisa pendakian yang tidak dibuang pada tempatnya.

“Yang lebih bahaya mereka meninggalkan limbah sampah yang sangat berbahaya yang sulit didaur ulang, seperti botol plastik, bungkus mie instan, bungkus nasi dan masih banyak lagi,” jelasnya kepada beritajateng, Rabu (27/5/2015).

Seharusnya pinta Rifan, mereka menyadari, kebersihan alam hal paling utama untuk dijaga kelestariannya. Jangan meninggalkan sampah yang bisa merusak lingkungan.

Rifan menjelaskan sebagai bentuk perduli lingkungan anggota Paguyuban Pecinta Alam Bersatu (PPAB) yang beranggotakan sekitar  225 mengadakan acara “resik-resik Jalur Pendakian Cemoro Kandang.

“Mereka mmelakukan  pembersihan sampah dengan menyisir jalur pendakian di Cemora Kandang belum lama ini. Alasannya karena kita tidak rela dan miris melihat gunung Lawu penuh sampah. Jangan kotori gunung dengan sampah,” imbau  Rifan.

Lokasi pembersihan sampah tersebut berada di  sepanjang jalur pendakian Cemoro Kandang mulai dari pos empat Cokrosuryo sampai dengan basecamp di Cemoro Kandang.

“Sempah yang dikumpulkan cukup banyak, mencapai satu truk. Dan  kebanyakan merupakab  sampah non organik yang sulit terurai di dalam tanah,” pungkasnya. (BJ24)