Home Lintas Jateng Banyak Pohon Tumbang, DKP Semarang: 70 Persen Pohon Harus Diremajakan

Banyak Pohon Tumbang, DKP Semarang: 70 Persen Pohon Harus Diremajakan

Banyak pohon tumbang yang terjadi di kota Semarang, salah satunya di area RSUP dr. Kariadi, Rabu sore.

Semarang, 12/10 (BeritaJateng.net) – Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Semarang menyebutkan setidaknya 70 persen pohon peneduh jalan yang ada di wilayah itu yang harus segera diremajakan.

“Kondisi (pohon peneduh, red.) secara umum hampir sebagian besar pohon angsana yang melampaui batas usia sehat,” kata Kepala Bidang Pertamanan DKP Kota Semarang Budi Prakosa di Semarang, Rabu.

Batas usia sehat yang dimaksudkannya, antara lain beberapa bagian sudah rapuh dan rawan patah sehingga sangat mengkhawatirkan jika terjadi hujan lebat dan angin kencang bisa tumbang.

Apalagi, kata dia, karakteristik pohon angsana yang tekstur dahannya “getas” sehingga gampang patah dengan kontur tajuk daunnya yang menjuntai ke bawah sangat terpengaruh hembusan angin.

“Kondisi ini dipengaruhi juga oleh media tumbuhnya yang juga kurang ‘compatible’, lahan yang sempit, kurang subur, dan penanaman bibit dari hasil stek yang akarnya menjadi kurang kuat,” jelasnya.

Ia menjelaskan penanaman pohon angsana ini dimulai di kisaran tahun 1980-an yang awalnya hanya bersifat sementara, tetapi justru terus dipertahankan karena memang lebih cepat berkembang.

“Dulu kan trennya pohon akasia, tetapi serbuknya membahayakan. Makanya, diganti pohon angsana. Namun, ternyata cenderung ‘getas’. Makanya, pohon-pohon angsana ini akan diremajakan lagi,” katanya.

Ke depannya, kata dia, pemilihan jenis pohon akan lebih dikaji secara cermat dengan menghindari jenis pohon angsana, tetapi tetap mengedepankan manfaat ekologis, estetika, dan sosiologis.

“Sebenarnya, ada beberapa alternatif jenis pohon lain yang bisa dipilih untuk penghijauan, seperti pohon tabebuya, spathodea, pule, atau bisa juga pohon trembesi, mahoni, atau asam,” katanya.

Budi mengatakan sebenarnya DKP Kota Semarang secara bertahap telah melakukan peremajaan pohon-pohon peneduh jalan, terutama jenis angsana saat ada proyek pelebaran atau peningkatan kualitas jalan.

“Seperti kemarin di Jalan Durian. Kami berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga yang melakukan peningkatan jalan. Di Jalan Thamrin juga. Pohon angsana ditebang dan diganti pohon baru,” katanya.

Sebab, kata dia, DKP Kota Semarang memiliki keterbatasan personel jika harus bergerak sendiri melakukan peremajaan pohon peneduh tanpa ada keterlibatan dinas-dinas lainnya yang terkait. (Bj05)