Home Kesehatan Banyak Pasangan Muda Belum Siap Miliki Anak

Banyak Pasangan Muda Belum Siap Miliki Anak

Semarang, 16/10 (BeritaJateng.net) – Pakar keperawatan maternitas Ns. Rita Dewi, M.Kep. Sp.Kep.Mat mengingatkan banyak pasangan yang menikah dini kerap kebingungan dalam merawat anaknya yang masih bayi.

“Ya, dipengaruhi juga dari aspek usia yang masih sangat muda. Mereka secara psikologis kerap belum siap untuk memiliki anak, terutama dari si ibunya,” katanya di Semarang, Sabtu.

Hal tersebut diungkapkannya saat menjadi pemateri kegiatan “parenting class” bertema “Perawatan Bayi Baru Lahir” yang diprakarsai Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kusuma Pradja Semarang.

Rita yang juga Kepala Bidang Keperawatan RSIA Kusuma Pradja Semarang mengatakan anak, terutama yang masih bayi atau baru lahir membutuhkan perawatan khusus yang harus dipahami para ibu.

“Karena mereka (pasangan dini, red.) ini sebenarnya belum siap memiliki anak dan memang belum pernah punya anak jadi kebingungan. Namun, perawatan bayi baru lahir ini bisa dipelajari,” katanya.

Secara umum, kata jebolan Magister Keperawatan Maternitas Universitas Indonesia (UI) itu, ada beberapa faktor yang harus dipahami dalam merawat bayi, yakni bayi butuh ketenangan dan kehangatan.

“Kemudian, pakaian bayi juga harus diperhatikan, cara memandikan bayi, perawatan tali pusar, hingga pemberian air susu ibu. Yang kerap jadi kendala, perawatan tali pusar bayi,” katanya.

Biasanya, kata dia, ibu yang sudah pernah memiliki anak sudah paham, tetapi yang sama sekali belum memiliki anak sering kebingungan, misalnya ketika tercium bau menyengat dari tali pusar anaknya.

Ia menjelaskan prinsip perawatan tali pusar bayi adalah bersih dan kering sehingga ibu harus sesering mungkin membersihkan dengan air hangat dan kasa steril tanpa menunggu sampai bayi dimandikan.

“Begitu tahu popok anaknya basah, segera bersihkan tali pusar. Sebenarnya kalau perawatan dilakukan secara tepat, biasanya dalam 5-7 hari tali pusar sudah kering atau ‘puput’,” kata Rita.

Sementara itu, Direktur RSIA Kusuma Pradja Semarang dr. Makmur Santosa, MARS, menjelaskan “parenting class” merupakan kegiatan bulanan yang menyasar kalangan ibu, kader posyandu, dan PKK.

“Jadi, bisa membantu memberikan edukasi kepada mereka. Temanya bervariasi, tetapi seputar kesehatan ibu dan anak. Alhamdulillah, antusias peserta sangat besar meski tidak gratis,” katanya.

Bahkan, kata dia, peserta tetap antusias berdatangan meski beberapa waktu lalu Jalan Bugangan Raya yang menjadi akses jalan menuju RSIA Kusuma Pradja sempat tergenang rob, atau limpasan air laut.

“Alhamdulillah, sejak 8 Agustus lalu sudah tidak rob lagi. Ya, ini semua tidak lepas dari upaya Pemerintah Kota Semarang dan jajaran terkait. Kami sangat berterima kasih,” pungkas Makmur. (Bj05)