Home Ekbis Bank Jateng Ditantang Tingkatkan Kapasitas Mitra Jateng 25 dan 02

Bank Jateng Ditantang Tingkatkan Kapasitas Mitra Jateng 25 dan 02

Boyolali, 5/8 (BeritaJateng.net) – Bank Jateng ditantang untuk meningkatkan kapasitas Mitra Jateng 25 dan Mitra Jateng 02. Sehingga, UMKM yang terfasilitasi permodalan semakin banyak.

Gubernur Jawa Tenga Ganjar Pranowo menyampaikan sebagai pelopor pendampingan permodalan yang berpihak kepada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan bunga terkecil di Indonesia, yakni 7 persen per tahun melalui program Kredit Mitra Jateng 25 dan 02, sudah semestinya Bank Jateng meningkatkan kapasitas dari program tersebut. Karenanya, Ganjar meminta Bank Jateng melakukan reorientasi dalam mengambil kebijakan agar lebih fokus di dalam keberpihakannya terhadap rakyat kecil dengan profesi yang paling bawah, seperti petani, nelayan, dan UMK. Selain itu juga perlu melakukan reformulasi terhadap formula-formula lama di dalam menjalankan program pembangunan daerah.

“Tugas kita besuk adalah menunjukkan bahwa yang kita lakukan ini bena,r keberpihakan ini benar. Maka sistem yang dibangun harus direvisi agar orientasi bisnis kita bisa berhasil,” katanya saat memberikan pengarahan dalam acara Rapat Koordinasi ¬†Sinergitas Bank Jateng-Pemprov Jawa Tengah untuk Pelaksanaan Program Pembangunan Daerah di Kantor Bupati Boyolali.

Ganjar mengungkapkan tantangan Bank Jateng semakin tinggi untuk menyukseskan program Kredit Mitra Jateng 25 dan 02 karena diharapkan mampu berkontribusi dalam menekan persoalan kemiskinan yang masih sekitar 4,5 juta jiwa. Program itu pun mulai dilirik oleh provinsi lain, seperti Jawa Barat, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Bahkan, Presiden RI Joko Widodo juga akan mengimplementasikan bunga tujuh persen ke dalam KUR pada tahun depan. Untuk itu, Bank Jateng perlu menunjukan mereka mampu menyelesaikan target

“Presiden saat Hari Koperasi di Jambi mengatakan tahun depan KUR bunganya diturunkan tujuh persen. Artinya, kita semua lagi ditantang untuk itu,” ujarnya.

Direktur Umum Bank Jateng Supriyatno mengatakan program Kredit Mitra Jateng 25 sangat diminati banyak orang. Buktinya penyaluran per 2 Agustus 2016 sudah mencapai 2.132 nasabah dengan outstanding sekitar Rp 39 miliar. Bahkan, masih ada 6.000 calon debitur yang sedang proses evaluasi. Oleh karenanya, guna melakukan peningkatan kapasitas pihaknya melakukan jemput bola melalui kerja sama dengan aparat setempat yang bisa mengidentifikasi lebih dalam kebutuhan dan keberadaan calon nasabah.

“Kami juga aktif mencari, jemput bola mereka-mereka yang benar-benar membutuhkan di pasar,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, juga dilaksanakan MoU antara Pemerintah Kabupaten Jepara dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) serta Bank Jateng terkait pemberian fasilitas permodalan dalam bentuk pinjaman kepada koperasi di Kabupaten Jepara untuk pengadaan gabah. Diharapkan melalui MoU tersebut akan dapat mempercepat pengurangan jumlah kemiskinan yang ada di Jawa Tengah. (Bj05)