Home Lintas Jateng Banjir Di Sayung Demak Tak Kunjung Surut, Siswa Bolos Masal

Banjir Di Sayung Demak Tak Kunjung Surut, Siswa Bolos Masal

Warga masyarakat bergotong-royong membersihkan sendimentasi saluran air yang menyebabkan air meluber dan membanjiri sejumlah wilayah.

Demak, 7/3 ( BeritaJateng.net) – Dianggap tidak ada respon dari pemerintah Kabupaten Demak, terkait penanganan banjir di Wilayah Kelurahan Sayung, membuat sebagian besar warga melakuan pengerukan pendangkalan sabuk sungai secara manual. Dampak banjir tersebut juga mengakibatkan tidak sedikit siswa sekolah yang membolos, lantaran perlengkapan sekolah nereka basah akibat terendam banjir.

Menurut Ketua RW O7, Sayung Tempe, Kelurahan Sayung mengatakan, jika dirinya bersama warga melakukan gotong royong membersihkan sabuk sungai, dimana sungai tersebut merupakan salah satu akses utama masuknya air dari sungai Sayung Dombo, yang kondisinya sekarang ini terjadi pendangkalan sehingga masih ada beberapa wilayah yang masih terendam banjir.

“Kegiatan ini murni dari keinginan masyarakat untuk membersihkan sungai dari sendimentasi. Sebetulnya hal ini bentuk rasa kecewa warga kepada Pemerintah Kabupaten Demak, lantaran lamban dalam mengatasi banjir di wilayah Sayung,” ujar Mohdun.

Banjir untuk kesekian kalinya terjadi di Sayung Lengkong, sangat berdampak buruk terhadap dunia pendidikan, pasalnya banyak siswa tidak berangkat ke sekolah (Bolos) meskipun sekolah mereka tidak terkena banjir, akan tetapi rumah mereka dan akses jalan menuju ke Sekolah masih terendam banjir.

“Mulai dari SD sampai SMU, banyak yang bolos sekolah berhari- hari, lah mau bagaimana lagi, wong sepatu dan alat-alat sekolah basah semua, akibatnya ya mereka pada ketinggalan pelajaran,” tegas Muhdun.

Kepala Desa Sayung, Munawir, mengatakan, jika pengerukan sendimentasi sabuk sungai merupakan murni dari masyarakat, tanpa adanya bantuan dari instansi pemerintah. Mereka menilai respon pemerintah terkait penanganan banjir sangat lamban.

“Kerja bakti masyarakat ini sifatnya spontan, mereka melakukan pengerukan pendangkalan sungai hampir setiap hari bahkan sampai malam meskipun menggunakan alat seadanya,” ucap Munawir.

Secepatnya, lanjut Munawir, pemerintah Kabupaten Demak mengatasi masalah ini, mengingat siswa yang membolos jumlahnya semakin bertambah banyak. (BW/El)

Advertisements