Home Headline Banjir Bandang Rendam 44 Rumah Di Dinar Indah Semarang

Banjir Bandang Rendam 44 Rumah Di Dinar Indah Semarang

SEMARANG, 15/2 (BeritaJateng.net) – Banjir bandang kembali terjadi dan merendam puluhan rumah di perumahan Klaster Dinar Indah RT 6 RW 26 Kelurahan Meteseh Kecamatan Tembalang, Rabu (15/2).

Banjir bandang kali ini disebabkan akibat jebolnyanya tanggul yang ada disisi timur perumahan yang tidak mampu menahan derasnya aliran sungai Pengkol setelah hujan deras yang mengguyur Kota Semarang dan wilayah Ungaran selama beberapa jam lamanya. Tanggul tersebut merupakan tanggul yang baru dibangun bulan Januari lalu.

Banjir bandang kali ini merupakan yang ketiga kalinya setelah sebelumnya di bulan Desember dan Januari juga terjadi hal yang sama, namun ketinggian air hanya mencapai 1-1,5 meter.  Sementara banjir kali ini ketinggian air mencapai hampir 2 meter.

Menurut keterangan warga, Banjir bandang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.  Sungai Pengkol debit airnya mengalami peningkatan tajam setelah hujan deras yang mengguyur Kota Semarang dan juga wilayah Kabupaten Semarang.

Derasnya air tak mampu ditahan tanggul yang baru dibuat beberapa pekan lalu dan air langsung merendam pemukiman warga. Hanya butuh waktu kurang dari 30 menit, air bercampur sampah dan lumpur langsung menggenangi pemukimam warga hingga ketinggian 2 meter. Warga langsung mengungsi di rumah-rumah warga dan juga masjid Ar-Rahmah yang tidak jauh dari lokasi.

Wakil walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu meninjau lokasi banjir bandang di Perumahan Dinar Indah Semarang.
Wakil walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu meninjau lokasi banjir bandang di Perumahan Dinar Indah Semarang.

“Warga yang tahu banjir datang, langsung berlari berteriak-teriak. Warga akhirnya langsung mengungsi ke perumahan sebelah yang lokasinya lebih tinggi,” kata salah satu warga setempat Supadi saat ditemua dilokasi kejadian.

Dia mengaku, derasnya air yang masuk ke pemukiman, membuat warga panik dan langsung berhamburan keluar rumah. Air yang datang tiba-tiba dan cukup cepat membuat warga tidak sempat untuk menyelamatkan barang-barang berharganya.

Barang-barang seperti Televisi, Komputer, kulkas almari, tempat tidur tidak sempat diselamatkan. Warga hanya bisa menyelamatkan barang-barang kecil. “Kita yang penting bisa selamat, ya akhirnya hanya bisa membawa barang yang kecil. Saya cuma membawa tas kerja istri sama Laptop,” ucapnya.

Ketua RW 26 Winarno mengaku, dengan sudah tiga kali mengalami kejadian serupa, warga sangat mengharapkan untuk bisa direlokasi ketempat yang lebih aman. Diakuinya dengan terjadinya banjir bandang membuat warga mengalami kerugian yang tidak sedikit, karena banyak barang yang sudah tidak bisa digunakan setelah diterjang banjir.

“Kami sudah pernah mengadu ke DPRD supaya warga kami ini biaa direkokasi, karena kalau disini terus setiap huja  pasti akan terjadi banjir. Kasihan warga,” ujarnya.

Dia menyebutkan, di RT 6 RW 26 ada 44 rumah yang dihuni sebanyak 31 keluarga dan semuanya terendam banjir. (El)

Advertisements