Home Lintas Jateng Bangunan Cagar Budaya PPI Bakal Disulap Jadi Galeri Industri Kreatif Kotalama

Bangunan Cagar Budaya PPI Bakal Disulap Jadi Galeri Industri Kreatif Kotalama

Kondisi bangunan milik PT PPI yang akan digunakan sebagai Galeri Industri Kreatif Kota Lama.
         SEMARANG, 19/2 (BeritaJateng.net) – Beberapa bangunan cagar budaya di kawasan Kota Lama Semarang terlihat kumuh karena tidak terawat. Selain milik perorangan, beberapa bangunan yang tak terawat merupakan milik instansi swasta maupun pemerintah.
        Dari beberapa bangunan cagar budaya yang tidak terpakai milik instansi, ada empat bangunan yang nantinya akan dikelola oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Keempat bangunan cagar budaya tersebut milik PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Cabang Semarang.
        “Kami akan kelola empat bangunan cagar budaya milik PT PPI dengan status pinjam pakai selama 5 tahun mulai 2018 ini,” kata Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu.
        Ita, sapaan akrabnya, menuturkan, keempat bangunan cagar budaya tersebut nantinya akan dipakai Pemkot Semarang untuk galeri industri kreatif atau rumah promosi industri kecil menengah (IKM). Sehingga, dapat dipakai untuk mempromosikan produk-produk industri kecil dan menengah di Kota Semarang.
         Saat ini, perjanjian kerjasama pengelolaan keempat bangunan cagar budaya itu sudah ditandatangani kedua pihak. Hanya saja, Pemkot baru akan memfungsikan bangunan itu setelah dilakukan restorasi. “Surat perjanjian sudah selesai semua, tinggal jalan saja. Maret besok dilakukan restorasi bangunan kemudian dipakai untuk galeri industri kreatif,” papar Wakil Wali Kota Semarang itu.
         Dengan difasilitasinya area promosi, Ita berharap, berbagai produk IKM di Kota Semarang semakin dikenal masyarakat luas, tidak hanya warga Kota Semarang saja tetapi luar Kota Semarang hingga nasional. Sehingga hal itu memberikan dampak pada peningkatan perekonomian masyarakat.
         Ita menjelaskan, terdapat 116 bangunan di Kota Lama yang masuk kategori cagar budaya. Dari jumlah itu, hanya 1 bangunan yang statusnya milik Pemkot Semarang yaitu gedung Oudetrap. Dengan ditambah empat bangunan PPI, maka Pemkot mengelola lima bangunan. “Punya Pemkot hanya 1 yaitu Oudetrap. Lainnya milik instansi ada sekitar 50 persen di antaranya PPI, Bank Mandiri, Telkom dan Pelni. Sedang yang milik perorangan sekitar 30 persen,” paparnya.
         Dari seluruh bangunan cagar budaya, kata Ita, yang perlu perhatian khusus adalah bangunan yang merupakan milik perorangan di jalan Letjend Suprapto ke arah selatan. Hal itu karena banyak bangunan yang terlantar tidak terurus.
         Untuk itu, Ita berencana mengajukan mengajukan Peraturan Daerah (Perda) mengenai pengelolaan bangunan cagar budaya yang tidak terawat. Di dalamnya nanti akan diatur jika dalam dua tahun tidak dikelola, maka akan diambil alih Pemkot Semarang.
          “Harusnya memang dua tahun tidak dikelola maka bisa diambil alih Pemkot. Itu tidak hanya berlaku bagi bangunan di Kota Lama saja, tapi bangunan cagar budaya lain juga di luar Kota Lama. Karena di Semarang ini banyak juga bangunan cagar budayanya,” jelasnya.
          Lalu bagaimana dengan bangunan cagar budaya yang mayoritas milik instansi? Ita mengungkapkan, pihaknya sudah mensosialisasikan kepada pengelola dan pemilik bangunan agar melakukan konservasi. Jika ada kesulitan karena konservasi bangunan tidak bisa dilakukan sembarangan, BPK2L siap melakukan pendampingan.
        “Mereka yang instansi itu mendukung. Bahkan mereka yang meminta pendampingan dari BPK2L. Hanya saja, kendalanya itu di anggaran. Karena instansi itu kan tidak bisa saat ini juga mengeluarkan anggaran untuk konservasi itu,” jelasnya. (El)